Senin, 14 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Terlalu Lelah, 2 Penyelenggara Pemilu di Klaten Meninggal 

24 April 2019, 23: 14: 03 WIB | editor : Perdana

kelelahan, kpps, meninggal,

kelelahan, kpps, meninggal,

Share this      

KLATEN – Kabar duka menyelimuti penyelenggaraan pemilu di Klaten. Penyelenggaraan pemilu di daerah ini juga memakan korban meninggal.

Salah seorang penyelenggara pemilu yang meninggal adalah Suratno, 58, warga Desa Jarum, Kecamatan Bayat. Anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di TPS 2 di Desa Jarum itu meninggal pada Rabu (24/4) dini hari di Rumah Sakit Daerah (RSD) Bagas Waras Klaten.

”Pak Suratno ini pada malam penghitungan surat suara, bagian kaki kanannya terbentur pintu di TPS. Ini akibat dirinya merasakan kelelahan selama bertugas. Dua hari setelah kejadian itu langsung diperiksakan ke rumah sakit,” jelas Kaur Keuangan Pemerintah Desa Jarum Suyanto.

Selain petugas KPPS, Tukijo, 70, anggota perlindungan masyarakat (linmas) di salah satu TPS di Desa Mutihan, Kecamatan Gantiwarno juga meninggal. Diketahui, setelah sembuh dari sakitnya, Tukijo langsung melaksanakan tugas pengamanan saat pemungutan dan penghitungan surat suara. 

“Memang kami mendapat laporan soal linmas itu. Ya memang soal kelelahan yang dialaminya,” jelas Komisioner KPU Klaten Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi Syamsul Ma’arif.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, ada satu anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) Jatinom yang mengalami keguguran pada usia kandungan enam bulan. Itu terjadi saat persiapan logistik jelang pelaksanaan pencoblosan.

Terpisah, Ketua Bawaslu Klaten Arif Fatkhurrohman menuturkan, ada 13 orang yang merupakan bagian dari pengawas pemilu mengalami pingsan hingga kecelakaan saat melaksanakan tugasnya. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia