Senin, 16 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

KAI Inspeksi Jalur Mudik Lebaran 

25 April 2019, 11: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Edi Sukmoro, Direktur Utama PT KAI

Edi Sukmoro, Direktur Utama PT KAI (Serafica Gischa Prameswari/ Radar Solo)

Share this      

SOLO – Antisipasi titik rawan arus mudik Lebaran, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggelar inspeksi ke seluruh stasiun dan perangkat kereta api. Diprediksi penumpang yang memanfaatkan kereta api sebagai transportasi mudik akan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, baik direksi maupun komisaris semuanya melakukan inspeksi dua jalur. Pasalnya, momen Lebaran menggunakan jalur utara dan selatan. Termasuk stasiun-stasiun antara dan stasiun destinasi diupayakan siap sebelum Lebaran. Adapun jalur yang harus diantisipasi adalah lokasi titik rawan dan langkah apa saja yang harus disiapkan.

“Beberapa kasus harus dipikirkan solusinya segera, seperti jalur ambles, longsor dan lainnya. Ini yang menjadi konsentrasi kami untuk memastikan semua jalur kereta api aman. Pemeriksaan sudah dilakukan sejak 23 April sampai 25 April. Mulai Jakarta sampai Banyuwangi,” jelas Edi usai peresmian Klinik Medis Kereta Api (Mediska) Stasiun Solo Balapan, kemarin (24/4).

Ditambahkan Edi, kesiapan ini untuk operasi Lebaran mulai 26 Mei hingga16 Juni atau tepatnya H-10 sampai H2+10. KAI juga dibantu oleh TNI dan Polri perihal pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran. Selain itu juga menambah jumlah penjaga jalan lintas (PJL) ekstra sebanyak 1.480 petugas. Langkah tersebut diperlukan karena pada momentum Lebaran terjadi peningkatan kepadatan pengguna jalan baik itu mobil maupun frekuensi kereta api.

Pada kesempatan yang sama, Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 6 Eko Budiyanto mengatakan setiap perlintasan merupakan titik rawan karena perpotongan sebidang antara jalan raya dengan jalan rel bisa berpotensi kecelakaan. Untuk Daop 6, titik rawan longsor yaitu di rute Kalioso-Gundi. 

Sementara terkait peresmian Klinik Medis Kereta Api (Mediska) Solo Balapan, hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Klinik Mediska ini dibangun di atas aset PT KAI di Jalan Monginsidi, Stabelan, Banjarsari, Surakarta. 

“Klinik tersebut juga menjadi provider fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk layanan BPJS Kesehatan,” ujarnya. 

Pada klinik tersebut PT KAI menerapkan standardisasi fasilitas dan layanan di klinik-klinik yang dimiliki. Fasilitas yang diberikan meliputi klinik umum, klinik gigi, klinik ibu dan anak, klinik keluarga berencana, dan pemeriksaan laboratorium sederhana.

“Klinik ini bukan hanya untuk karyawan, tetapi juga masyarakat umum. Klinik serupa kami buka di daerah lain, di antaranya Muara Enim, Banyuwangi, Jember, Sragen, Probolinggo, dan Sidoarjo. Klinik ini juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas di antaranya ruang tindakan, ruang konsultasi, ruang periksa dan umum, ruang pemeriksaan gigi, ruang ibu menyusui, dan instalasi farmasi. Sebanyak 50-60 pasien per hari bisa dilayani di sini,” ujarnya. (gis/bun)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia