Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Modernisasi Kerajinan Tembaga

25 April 2019, 17: 42: 42 WIB | editor : Perdana

RINGAN: Mesin kerajinan tembaga di Tumang, Cepogo.

RINGAN: Mesin kerajinan tembaga di Tumang, Cepogo. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Sentra kerajinan tembaga di Tumang, Desa/Kecamatan Cepogo, Boyolali kian berkembang. Sebagian pengusaha sudah memanfaatkan teknologi mesin. Ini dilakukan untuk mengakomodasi membeludaknya pesanan. 

Mesin ini bantuan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia. Ada 32 unit mesin yang diberikan kepada pengusaha. Di antaranya mesin ukir, bubut, oven, dan lain sebagainya. Sejumlah pengusaha terlihat antusias mendengarkan arahan cara mengoperasikan mesin-mesin tersebut, kemarin (24/4).

”Selama ini produksi kami masih menggunakan alat manual. Jadi dengan adanya bantuan mesin dari Kementerian Perindustrian, kami harapkan bisa membantu proses produksi kerajinan di Desa Tumang,” kata pengelola pelatihan Irvan Rofik kepada Jawa Pos Radar Solo.

Manto, 47, perajin logam Tumang mengaku pihaknya sering kewalahan bersaing dengan industri pabrikan. Selain itu, harga bahan baku logam kian mahal. Selama ini bahan baku logam kuningan didatangkan dari luar negeri. Di antaranya dari Jepang, Italia, dan Bugaria. ”Akibatnya biaya produksi juga naik. Kami harus mengalah demi menjaga harga jual ke konsumen,” paparnya.

Dengan adanya bantuan ini, diharapakan dapat menekan biaya produksi. Sehingga konsumen tetap bertahan dan perajin mendapatkan untung. ”Dari yang tadinya murni manual, mungkin ke depannya bisa menggunakan alat yang lebih modern. Untuk mengejar kualitas dan kuantitas yang lebih bagus,” bebernya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia