Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Sadranan di Dusun Soran Klaten, Bangkitkan Kembali Kesenian dan Wisata

25 April 2019, 23: 31: 23 WIB | editor : Perdana

Kirab Sadranan yang digelar di Dusun Soran, Desa Duwet, Kecamatan Ngawen

Kirab Sadranan yang digelar di Dusun Soran, Desa Duwet, Kecamatan Ngawen

Share this      

KLATEN - Dusun Soran di Desa Duwet, Kecamatan Ngawen sempat dikenal sebagai daerah wisata dengan berbagai potensi budayanya. Tetapi, beberapa tahun terakhir ini mengalami kelesuan.

Prihatin akan kondisi ini, pemerintah desa berupaya untuk menggairahkan kembali wisata di daerah tersebut. Salah satunya dengan terus melestarikan tradisi Sadranan. Sadranan tersebut digelar Kamis (25/4) dengan melibatkan seluruh warga dusun. 

Acara Sadranan diawali kirab kebudayaan mengelilingi Dusun Soran sejauh 3 kilometer. Peserta mengenakan aneka busana adat Jawa dan membawa tumpeng hingga gunungan. Terdapat pula kelompok kesenian Jathilan yang dikuti anak-anak hingga dewasa.

“Sebenarnya kegiatan Sadranan ini kita gelar rutin setiap tahunnya. Biasanya digelar 10 hari menjelang bulan puasa. Mulai ziarah ke makam leluhur, kirab  budaya, hingga kendurian,” jelas Kepala Desa Duwet Suyono di sela-sela acara.

Saat tradisi Sadranan tersebut, biasanya warga perantau banyak yang pulang kampung. Mereka menyempatkan diri untuk bisa saling silaturahmi dengan warga lain. 

Diakui Suyono, tradisi Sadranan juga menjadi sarana untuk menghidupkan kembali daerah wisata yang terbentuk di Dusun Soran. Mengingat di acara tersebut berbagai kesenian dan kebudayaan ditampilkan. Mulai dari Jathilan, karawitan, Gejog Lesung, tarian tradisional dan pagelaran wayang.

“Memang gairah wisata di Soran agak berkurang. Maka dari itu, tradisi Sadranan kali ini sebagai salah satu penunjangnya. Apalagi kita memiliki berbagai potensi kesenian yang bisa menarik wisatawan untuk datang,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Duwet Haryadi, 35, mengapresiasi gelaran tradisi Sadranan tersebut. Melalui kegiatan tersebut juga semakin mengguyubkan warga di kampungnya. Terutama pada saat melaksanakan kendurian dan perebutan gunungan. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia