Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Features
Taklim

Persiapan Diri Sambut Ramadan

26 April 2019, 23: 45: 37 WIB | editor : Perdana

Persiapan Diri Sambut Ramadan

Oleh: H. Priyono, Ketua Takmir Masjid Al-Ikhlas Klaten Selatan

SEBENTAR lagi umat Islam menyambut datangnya bulan mulia penuh berkah. Kedatangan Ramadhan setiap tahun akan menjadi penghibur hati bagi seorang mukmin. Beribu keutamaan, pelipatgandaan pahala, dan terbukanya pintu ampunan Allah SWT memenuhi setiap ruang dan waktu pada bulan ini.  

Demikian mulianya Ramadan ini, sehingga jauh-jauh hari sebelumnya Rasulullah SAW dan para sahabatnya mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Kesempatan yang bagus, kita tradisikan menginvestasikan amalan atau ibadah unggulan agar kelak amalan yang berarti dan membekas tersebut akan menjadi penolong kita baik di dunia maupun di akherat. Sudahkah kita siapkan amalan unggulan kita ?

Persiapan diri menyambut Ramadhan tak cukup hanya dengan suka cita, tetapi juga dengan mempersiapkan fisik, mental, dan juga ilmu. Persiapan fisik perlu dilakukan agar kondisi kita tetap prima selama menajalankan puasa Ramadan. Bentuknya adalah dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW. 

Sedangkan persiapan mental yaitu dengan mengingat-ingat keutamaan Ramadan. Dengan mengingat keutamaan bulan suci ini maka akan dapat memotivasi kita dalam berpuasa dan berbagai amalan pendukungnya dengan semangat membara. 

Dan persiapan yang tak kalah penting dilakukan untuk menyambut Ramadan adalah bekal ilmu. Ilmu tentang Ramadan harus kita kuasai agar amalan-amalan kita selama Ramadan tidak sia-sia. Mengapa harus berilmu sebelum beramal? Karena ilmu adalah syarat sahnya amal. 

Orang yang melakukan amal ibadah tanpa ilmu dan pengetahuan maka amal-amalnya tidak akan diterima Allah SWT. Betapa pentingnya mensinergiskan antara ilmu, amal dan ikhlas, itulah pesan riligi yang utama dalam Alquran dan hadis. 

Orang yang punya ilmu tapi tidak diamalkan maka tidak punya manfaat, sedangkan mereka yang banyak amalnya tapi tidak dengan ilmu maka tidak dipandang oleh Alloh swt. Demikian juga orang yang berilmu dan beramal tapi bukan karena Alloh swt akan sia sia adanya..

Lalu, ilmu apa saja yang harus kita miliki untuk menyambut Ramadhan? Tidak lain adalah ilmu yang dapat membuat ibadah puasa kita sah sesuai syariat sehingga tidak menjadi amal yang sia-sia dan juga membuat puasa kita semakin bermakna. 

Ilmu yang perlu kita pelajari meliputi: ilmu tentang puasa, amalan-amalan sunnah saat puasa, shalat tarawih, dan zakat fithri. Ilmu tentang puasa mulai dari memahami arti puasa itu sendiri. Puasa berarti menahan diri dari berbagai pembatal puasa mulai dari terbit fajar hingga matahari tenggelam. Pembatal puasa yaitu makan dan minum dengan sengaja, muntah dengan sengaja, datang haidh dan nifas, dan berhubungan intim. 

Puasa yang kita lakukan wajib diawali dengan berniat, yaitu berkeinginan dalam hati untuk melakukan puasa. Niat tersebut harus dilakuan setiap malamnya, sebagaimana sabda Rosulullah SAW: “Siapa saja yang tidak berniat sebelum fajar (shubuh), maka tidak ada puasa untuknya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan An Nasai).

Ilmu tentang amalan-amalan sunnah yang utama selama Ramadan juga penting kita ketahui antara lain seperti sunnah makan sahur, berbuka, bersedekah, tilawah Alquran, dan iktikaf di masjid. 

Waktu untuk makan sahur disunahkan untuk diakhirkan karena jarak makan sahur Rasullullah SAW dengan waktu mengerjakan salat Subuh adalah selama waktu untuk membaca 50 ayat Alquran atau sekitar 10-15 menit). Sedangkan untuk berbuka puasa disunnahkan untuk disegerakan dan berbuka dengan kurma, kalaupun tidak ada kurma dapat diganti dengan makanan yang manis agar dapat mengembalikan energi untuk persiapan shalat tarawih.

Banyak bersedekah merupakan amalan sunnah di bulan Ramadan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Beliau adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau lebih dahsyat lagi di bulan Ramadan.

Selain itu, memperbanyak tilawatul Alquran juga disunahkan di bulan Ramadhan karena bulan ini disebutkan dalam Alquran di dalamnya diturunkan permulaan Alquran (QS. Al Baqarah: 185).

 Sunnah lainnya yaitu melakukan iktikaf di masjid untuk menggapai lailatul qodar. Rasulullah SAW bersabda: “Carilah lailatul qadar pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari). Rasulullah SAW sendiri juga mencontohkan dengan melakukan iktikaf selama sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.

Sedangkan ilmu tentang salat tarawih perlu dipahami bahwa disunahkan secara berjamaah, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Menurut mayoritas ulama, jumlah rakaat shalat tarawih tidak dibatasi, boleh dilakukan dengan 11 atau 23 rakaat asalkan salat tersebut dilakukan dengan tenang atau tidak terburu-buru.

Selanjutnya, pada akhir Ramadhan kita diwajibkan menunaikan zakat fthri, yaitu zakat yang dikeluarkan menjelang hari raya Idul Fithri. Bentuk zakat fithri berupa makanan pokok (beras) sebanyak satu sha atau setara dengan 2,1 – 3,0 kg. Batas akhir menunaikan zakat fithri adalah sebelum salat Ied dilaksanakan. Zakat fitrah ini dibagikan kepada fakir miskin untuk membahagiakan mereka pada hari raya dengan makanan dan untuk menyucikan diri orang yang melakukan puasa Ramadan. 

Itulah ringkasan pengetahuan beberapa ilmu yang harus kita ketahui untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadan. Mari kita tutup dengan berdoa: “Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Syaban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan” (HR. Ahmad & At-Tabrani). Aamiin.

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia