Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Pemprov Jateng Berikan Santunan Rp 10 Juta Pada KPPS Meninggal

27 April 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : Perdana

DITINGGAL PERGI: Gubernur Ganjar Pranowo berikan satunan kepada pejuang demokrasi di Semarang, Jumat (26/4).

DITINGGAL PERGI: Gubernur Ganjar Pranowo berikan satunan kepada pejuang demokrasi di Semarang, Jumat (26/4). (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

Share this      

SEMARANG - Tiflah Zakiyah, 17, tak mampu menahan air mata usai menerima santunan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Jumat kemarin (26/4). Warga Desa Wonopringgo Pekalongan ini masih merasakan kesedihan setelah ditinggal pergi sang ayah, Ahmad Sukadi yang gugur saat melaksanakan tugas sebagai kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di desanya.

Zakiyah tak sendiri, dalam kesempatan itu Gubernur Jawa Tengah memberikan santunan kepada 47 keluarga pahlawan demokrasi yang gugur atau sakit saat menjadi petugas pemilu. Rinciannya, 34 santunan diberikan bagi keluarga korban yang meninggal, sisanya untuk keluarga yang sakit atau keguguran saat melaksanakan tugas selama pemilu.

Santunan itu diberikan langsung oleh gubernur kepada para ahli waris. Masing-masing mendapatkan santunan Rp10 juta. Dana bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pemprov Jateng. “Terharu, sedih sekali. Tapi terima kasih kepada bapak gubernur yang telah perhatian kepada kami,” kata Zakiyah.

Zakiyah menceritakan, sebagai seorang aparatur di desanya, ayahnya sudah sering menjadi petugas pemilu. Namun, dia tidak pernah menyangka, jika pelaksanaan pemilu tahun ini menjadi pemisah antara keduanya. “Bapak tidak sakit, tapi punya riwayat darah tinggi. Saat dikabari bapak meninggal, saya sedang di sekolah,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Anti Trianti, 42, warga Kendal yang juga merupakan penerima santunan dari gubernur. Anti mengatakan jika dalam pemilu tahun ini, suaminya yang bertugas sebagai Hansip gugur dalam tugas. 

“Sore itu setelah tugas dari TPS, suami saya mengeluh masuk angin, terus saya kerokin. Belum selesai, dia izin ke kamar mandi, begitu keluar langsung jatuh,” terangnya sembari terisak

Anti mengaku sudah mengikhlaskan kepergian suaminya itu. Ia juga berharap, pengorbanan suaminya tidak sia-sia. “Terima kasih juga buat pak gubernur. Semoga perjuangan suami saya dan juga semua yang menjadi korban dalam demokrasi ini tidak sia-sia,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo secara pribadi dan mewakili masyarakat mengucapkan turut belasungkawa kepada para pahlawan pemilu yang gugur dalam menjalankan tugasnya.

“Ke depan kami mendorong pihak yang berwenang yakni KPU untuk menyiapkan. Saran saya ada asuransi agar kalau terjadi seperti ini ada yang bertanggung jawab,” kata dia.

Namun karena kondisi saat ini darurat dan tidak ada yang menganggarkan, maka Pemprov Jateng mengambil tindakan cepat dengan berinisiatif mencari sumber yang halal untuk santunan keluarga. “Kami cari sumber yang memungkinkan dan tidak melanggar aturan, maka kita cover semuanya dengan Baznas. Masing-masing kami beri Rp10 juta,” tuturnya.

Pihaknya juga mengatakan masih akan terus menunggu data-data terbaru tentang petugas pemilu di Jateng yang meninggal. “Kami akan tunggu data-data itu agar mereka bisa mendapat satu penghargaan, itu tindakan cepat dari kita. Data masih bertambah, kami pastikan semua dapat,” tegasnya.

Kejadian ini, lanjut Ganjar, juga menjadi bahan evaluasi di Pemprov Jateng. Pihaknya mengaku sudah membicarakan kemungkinan skema penganggaran untuk kejadian darurat semacam ini. “Apakah kemudian memungkinkan menggunakan anggaran untuk kondisi kedaruratan seperti ini. Karena kejadian ini tidak dipikirkan sebelumnya dan harus diambil tindakan cepat. Kami terus siaga sambil menunggu laporan lagi. Untung Baznas kita bagus, jadi bisa ter-cover semuanya,” ujarnya.

Pemberian santunan kepada para keluarga petugas pemilu tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Isra Miraj Provinsi Jateng. Dalam kegiatan itu hadir Gus Muwafiq sebagai penceramah. Selain kepada para ahli waris, Ganjar juga memberikan sejumlah bantuan kepada universitas negeri dan lembaga keagamaan di Jawa Tengah. (lhr/bun)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia