Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Direktur RSUD Dilantik, Tak Boleh Cari Untung

27 April 2019, 10: 25: 59 WIB | editor : Perdana

Direktur RSUD Dilantik, Tak Boleh Cari Untung

SOLO – Direktur RSUD Bung Karno Semanggi Wahyu Indianto resmi dilantik, Jumat kemarin (26/4). Mantan direktur medis RSUD Ngipang itu mendapat tugas yang tak mudah di tahun pertamanya. Salah satunya tidak boleh hanya berorientasi mencari untung semata.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surakarta Siti Wahyuningsih mengakui rekam jejak pria yang pernah menjabat di dinkes itu cukup baik. Namun hal itu tak menjadi jaminan. Dia bahkan bakal menerapkan sistem evaluasi rutin.

“Target pertama Agustus bisa operasional. Makanya hari ini (kemarin) saya langsung beri pengarahan. Saya pengin ndang ngebut. Kalau nyambut gawene ra bener awas. Kita evaluasi tiap bulan,” katanya seusai prosesi pelantikan.

Perempuan yang akrab disapa Ning itu menambahkan, meski proses pelantikan baru dilakukan, namun persiapan pengoperasionalan RSUD Bung Karno Semanggi sudah dilakukan sejak lama. “Cuma sekarang bedanya saya nggak mikir sendirian,” imbuhnya.

Satu hal yang ingin ditegaskan adalah RSUD Bung Karno didirikan bukan untuk mencari keuntungan finansial. Target utama adalah melayani masyarakat dalam bidang kesehatan. Ning menyebut pemerintah memiliki tanggung jawab penuh atas operasional rumah sakit.

“Kalau buat rumah sakit niat awalnya untuk cari untung itu salah besar. Jangan sampai RSUD ini seperti itu. Ini adalah layanan kesehatan, kalau masyarakat membutuhkan, wajib dilayani,” tegasnya.

Ning berharap seluruh jajaran RSUD Bung Karno memiliki visi yang sama dalam menjalankan rumah sakit ke dua milik pemkot tersebut. Sementara itu, Wahyu juga telah menyiapkan beberapa poin yang akan dia kerjakan. Pertama adalah kesiapan alat kesehatan. Setelah dilantik, dia akan segera melaksanakan lelang untuk mendatangkan alat kesehatan. Setelah itu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mengisi seluruh pos. “Yang terpenting 17 Agustus rumah sakit dapat diresmikan dan beroperasi,” tegasnya.

Soal akreditasi, rumah sakit tipe C itu akan mengurus izin operasional terlebih dahulu. Diperkirakan proses akreditasi akan dilaksanakan setelah beroperasi selama dua tahun. “Bisa seperti itu. Kita seluruhnya menggunakan standar minimal, selain berjalan agar mendekati standar ideal,” katanya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia