Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Dirjen PKH: Peternak Wajib Beri Data Riil

27 April 2019, 14: 56: 44 WIB | editor : Perdana

Dirjen PKH: Peternak Wajib Beri Data Riil

SOLO – Menyeimbangkan kebutuhan pakan ternak, pemerintah mengimbau peternak memberikan data riil. Terkait jumlah ternak dan angka produksinya. Agar penyebaran pakan ternak bisa merata. Seperti disampaikan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI, I Ketut Diarmita.

Diarmita menyebut pihaknya ingin membangun peternakan Indonesia yang bermartabat. Harus didukung penyampaian data populasi sesuai kondisi yang ada. Agar pemerintah mudah menghitung kebutuhan pakan ternak. Teritama saat harga melonjak. Termasuk penghitungan subsidi dari pemerintah.

”Harga jagung fluktuatif, tergantung keadaan di lapangan. Kalau naik dan langka, bisa segera impor. Jangan sampai petani sudah produksi jagung, tetapi masih impor. Akan memicu harga turun dari pemasok jagung dan petani kapok. Dengan penghitungan yang tepat, kami bisa melakukan langkah yang tepat,” kata Diarmita kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (26/4).

Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional (PPN) Yudianto Yosgiarso menyebut pihaknya akan membentuk peternak yang bermartabat. Saling menghargai, menghormati, dan bersama memperbaiki kesulitan yang ada. Serta berharap pemerintah mau memperbaiki aturan, khususnya impor jagung.

Selain itu meminta pengadaan bibit harus transparan. Agar jika ada kelebihan produksi, tidak sampai menimbulkan gejolak di kalangan peternak. Langkah pemerintah menghentikan impor jagung justru berdampak kurang baik. Misalnya pada 2016. Berdampak pada kenaikan harga jagung yang tembus Rp 6 ribu per kg.

”Sebagai perbandingan, untuk menghasilkan 1 kg telur dibutuhkan pakan 3,65 kg. Kalau harga pakan naik, peternak kesulitan memperoleh untung. Tapi kami mengapresiasi langkah pemerintah menunjuk Perum Bulog dalam penyaluran komoditas jagung bagi peternak. Saat ini harga jagung Rp 4.300 per kg,” bebernya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia