Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Ekspor Mebel Merajai, Fasilitasi Workshop dan Restrukturisasi Mesin

27 April 2019, 20: 53: 27 WIB | editor : Perdana

MENINGKAT PESAT: Pengunjung melihat-lihat koleksi aneka mabel dalam event Obral Mebel di Rumah Kriya Banjarsari, kemarin (25/4).

MENINGKAT PESAT: Pengunjung melihat-lihat koleksi aneka mabel dalam event Obral Mebel di Rumah Kriya Banjarsari, kemarin (25/4). (SERAFICA GISCHA P/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemerintah memberikan kelonggaran bagi pelaku industri kecil dan menengah. Mengingat persaingan dunia industri semakin ketat. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Muhammad Arif Sambodo mengaku pemerintah provinsi (pemprov) memberikan target ekspor mebel tahun ini menjadi 11 persen.

Pada 2018, nilai ekspor mebel mencapi USD 1,4 miliar. Nilai tersebut terdiri dari ekspor kayu olahan sebesar USD 860 juta dan mebel sebesar USD 636,8 juta. ”Nilai tersebut untuk Jawa Tengah. Naik 11,9 persen jika kita bandingkan dengan nilai ekspor mebel di 2017. Secara nasional, pemerintah menargetkan angka ekspor bisa mencapai USD 5 miliar,” terang Arif kepada Jawa Pos Radar Solo usai membuka Obral Mebel di Rumah Kriya Banjarsari, kemarin (25/4).

Merealisasikan target tersebut, pemerintah memberikan dukungan. Termasuk memfasilitasi workshop dan program restrukturisasi mesin-mesin produksi. Serta bekerja sama dengan Kementrian Perindustrian dalam pengadaan mesin.

Selain itu, juga ada coaching program agar pelaku IKM bisa menjadi eksporter profesional. Terkait Obral Mebel di Rumah Kriya Banjarsari, merupakan salah satu langkah promosi. Bisa dimanfaatkan pelaku IKM untuk meningkatkan kemitraan dan jejaring kerja sama berbagai stakeholder. 

Ketua Komunitas Industri Mebel dan Kerajinan Soloraya (Kimkas) Haryanto menambahkan, target transaksi Obral Mebel yang berlangsung 25-28 April sebesar Rp 600 juta. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 500 juta.

”Produk yang dijual mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 2 juta per unit mebel. Harganya cukup beragam tergantung jenisnya. Sedangkan untuk potongan harga, mulai dari 30-80 persen,” tandas Haryanto. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia