Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Sakit 5 Hari, Ketua KPPS Meninggal

28 April 2019, 13: 05: 59 WIB | editor : Perdana

KENANGAN: Kerabat menunjukkan foto Alex Robixson dan istri semasa hidup.

KENANGAN: Kerabat menunjukkan foto Alex Robixson dan istri semasa hidup. (A.CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kabar duka kembali datang dari penyelenggara pemilu di Kota Bengawan. Alex Robixson, menghembuskan nafas terakhirnya Jumat malam (26/4) diduga karena kelelahan menjalankan tugasnya sebagai ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) 020 Nusukan. 

Sebelum meninggal, Alex sempat sakit selama lima hari dan mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Brayat Minulya. Kemarin (27/4), para pelayat silih berganti memberikan ucapan ikut berbela sungkawa di rumah duka di Kampung Praon, RT 07 RW 07, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari.

Riki Setiawan, 24, anak Alex menuturkan, selama ini, ayahnya tak pernah mengeluh sakit. Namun, saat masuk rumah sakit Minggu malam (21/4), dokter mendiagnosa Alex mengidap darah tinggi. “Puncaknya kemarin (Jumat 26/4, Red), kata dokter pembuluh darah bapak pecah,” terangnya.

Ditambahkan Riki, bukan kali ini saja ayahnya menjabat ketua KPPS. Sejak Riki  masih kanak-kanak, setiap ada pemilu, Alex selalu dipercaya sebagai petugas KPPS. Tapi, untuk pemilu tahun ini dinilai paling berat. Sebab Alex sering tidak tidak tidur.

Menurutnya, sang ayah mulai tidak tidur sejak H-3 pencoblosan. Sebab, sebagai ketua KPPS, Alex bertanggung jawab penuh terhadap suksesnya penyelenggaraan pemilu di kampungnya. 

“Bapak mencatat jumlah DPT (daftar pemilih tetap, Red). Apa saja yang kurang? Dan sebagainya. Kemudian menunggu kotak suara tiba di TPS, dan menjamin keamanannya. Pas hari H pencoblosan, bapak juga seharian tidak pulang. Bapak pulangnya Kamis (18/4) pagi, karena penghitungan surat suara sampai malam hari,” urainya. 

Setelah itu, lanjut Riki, ayahnya mengantar kotak suara dan logistik lainnya ke kelurahan. Berlanjut ikut rekapitulasi surat suara di kecamatan.

Sebelum masuk rumah sakit, Alex sempat membantu istrinya, Sarmini, berjualan makanan tak jauh dari rumahnya. Kemudian menjadi among tamu di hajatan tetangga. “Pulang dari hajatan, bapak mengeluhkan pusing dan gerah. Kemudian tidur dan tersedak. Pusingnya makin parah. Saat bangun tidur, bapak ambruk tidak sadarkan diri,” urainya.

Siang kemarin, Alex dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Bonoloyo. Kematian Alex menambah panjang petugas KPPS yang gugur usai bertugas. Sebelumnya, ada dua petugas KPPS yang meninggal dunia. Yakni Pamuji Ruswandi, petugas keamanan TPS 070 Nusukan, dan Suratin, 54, anggota KPPS 147 Kadipiro. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia