Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Sebulan, Kasus DBD Naik 100 Persen

28 April 2019, 09: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Sebulan, Kasus DBD Naik 100 Persen

SOLO – Selama satu bulan terakhir, jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kota Solo naik 100 persen. Pemkot merasa kesadaran masyarakat menjaga pola hidup sehat belum maksimal.

Berdasar data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, pada Maret lalu, jumlah penderita DBD sebanyak 33 pasien. Angka tersebut terus bertambah. Hingga akhir April ada 68 warga positif terserang penyakit yang bersumber dari nyamuk aedes aegypti tersebut.   

“Sekarang ada 68 orang di 19 kelurahan tercatat terkena DBD. Angka itu sudah melebihi batas tertinggi tahun lalu,” terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Surakarta Efi S Pertiwi, Sabtu (27/4).

Efi menyebut ada informasi yang menyebutkan satu warga meninggal karena DBD. Tapi, informasi itu belum bisa dikonfirmasi. Karena ciri dan gejala DBD dengan penyakit demam lain sangat mirip. Sementara itu, Kelurahan Mojosongo masih memegang rekor sebagai penyumbang angka tertinggi serangan DBD, yakni sebanyak 22 kasus. Disusul Kelurahan Kadipiro.

“Fogging resmi dari petugas DKK sudah dilakukan di Kelurahan Nusukan. Sedangkan fogging di Kelurahan Kerten, informasinya belum pasti. Fogging dilakukan apabila temuan kasus di lokasi lebih dari dua kasus DBD, serta berdasarkan penyelidikan epidemiologi (PE), di lingkungan penderita angka kepadatan nyamuk lebih dari lima persen,” urainya.

Kepala DKK Siti Wahyuningsih menyebut, cukup banyaknya penderita DBD lebih disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga pola hidup bersih dan sehat.

“DBD kan karena lingkungan. Kalau masyarakatnya tidak sadar menjaga kebersihan, ya berpotensi terkena DB. Kita bisanya melakukan imbauan agar membersihkan selokan, penampungan air, bak mandi dan lain-lain,” kata dia. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia