Selasa, 20 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Travelling

Wisata Edukasi Museum Jawi di Desa Tanjung

Koleksi Barang Kuno Hingga Koin Berusia Tua

28 April 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Wisata Edukasi Museum Jawi di Desa Tanjung

Tak banyak tempat wisata yang menyajikan potret kehidupan budaya Jawa tempo dulu. Namun semua itu bisa dilihat di Museum Jawi yang mempunyai koleksi barang-barang lawas khas adat Jawa.

Letak museum ini tersembunyi di tengah kampung. Bagi traveler yang ingin ke lokasi bisa melewati jalur Sukoharjo Kota. Yakni Bundaran Proliman ke selatan, setelah menemukan lampu merah bisa berbelok ke kiri arah Kecamatan Tawangsari. Cari saja jalan menuju Jembatan Lengking.

Lebih baik bertanya masyarakat sekitar arah Jembatan Lengking ini. Sebab, jalannya harus masuk ke desa. Setelah menemui Jembatan Lengking, belok pertama ambil kiri. Bangunan paling pojok tersebut adalah Museum Jawi.

Begitu masuk ke musem ini, suasana Jawa masa lalu begitu kental terasa. Ada satu set gamelan, kursi khas jawa, dan bangunan kayu rumah joglo yang jadi identitas budaya Jawa. Selain itu, ada juga berbagai macam alat memasak, lampu penerangan khas Jawa kuno seperti lampu tintir, dan obor.

Ada salah satu koleksi yang tergolong paling berharga. Yakni koin berusia 200 tahun. Selain itu, ada juga lampu rel kereta api tahun 1945 buatan Birmingham, Inggris. Semua koleksi itu hasil buruan pemilik selama bertahun – tahun lalu.

Pendiri Museum Jawi Bimo Kokor Widanarko mengatakan, koleksinya yang tergolong kuno memang beragam. Seperti sempritan VOC, kursi Sedan buatan 1980. Ada juga uang kuno tahun 1945, lalu koran asli meninggalnya Pak Karno. Semua koleksi lawas tersebut diburu sejak 1984 dari pasar ke pasar di seluruh Indonesia.

”Saya menemukan koin Yuliana di Batam, Kepri,” papar dia.

Dia juga memiliki perpustakaan yang berisi buku kuno sejarah nusantara. Selain itu ada juga buku tentang wayang. Rata-rata usia buku tersebut sudah 40 tahun. Selain itu, dia juga menyimpan cetakan teks Indonesia Raya 3 Stanza cetakan tahun 1955.

Ada pula koleksi empat limasan Jawa, empat kandang sapi dan kerbau. Saat ini ada 320 item alat khas jawa yang dipajang di Museum Jawi ini. Dia berharap koleksi tersebut bisa semakin banyak dan menginspirasi banyak orang. Dan datang ke museum tanpa dipungut biaya.

”Semua untuk pembelajaran dan belajar bersama. Yang mau memberikan koleksinya juga dipersilahkan,” tandasnya. (yan/adi)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia