Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Target Meleset, PDIP Pasang Kuda-kuda

Golkar Puas Perolehan Kursi Meningkat

29 April 2019, 18: 39: 56 WIB | editor : Perdana

Target Meleset, PDIP Pasang Kuda-kuda

KARANGANYAR – Dua partai besar Karanganyar yakni PDIP dan Golkar puas dengan perolehan kursi legislatif DPRD Karanganyar di Pemilu 2019 ini. Hasil penghitungan suara sementara internal partai, PDIP memimpin perolehan 14 kursi. Sementara Golkar menempel ketat dengan perolehan 12 kursi.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Karanganyar, Endang Muryani mengaku, meski perolehan kursi PDIP diprediksi 14 kursi, namun pencapaian ini meleset dari target. Pihaknya sebenarnya menargetkan peningkatan kursi dari 14 kursi di periode sebelumnya menjadi 17 kursi.

“Target kami 17 kursi, tapi hanya dapat 14 kursi. Nanti akan kami evaluasi hasil capaian itu, kenapa tidak bisa bertambah,” terang Endang kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (28/4)

Meski tetap memimpin perolehan kursi, Endang yang kembali mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Karanganyar dari dapil 3 (Jumantono, Jumapolo, Jatiyoso, Jatipuro) tersebut mengaku cukup puas. Bagaimanapun juga PDIP sampai saat ini masih dipercaya oleh masyarakat.

”Ya alhamdulillah, setelah perjuangan PDIP yang luar biasa, dapat mempertahankan jumlah kursi di pemilu 2019 ini,” imbuhnya.

Partai Golkar juga puas dengan perolehan kursi hasil kali ini. Pada periode sebelumnya, Golkar hanya mendapat delapan kursi. Sementara hasil hitung sementara versi internal Golkar, 12 kursi berhasil diraih. Bahkan, masih berpeluang meraih satu kursi lagi dari dapil 2 (Karangpandan, Ngargoyoso, Jenawi, Tawangmangu, Kerjo).

“Capaian itu perlu diapresiasi. Partai dan caleg harus segera konsolidasi untuk menentukan langkah selanjutnya,” jelas Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Karanganyar Juliyatmono.

Namun demikian, ada eveluasi terhadap para calegnya. Di antaranya para caleg masih fokus bersaing dengan sesama caleg Golkar. Padahal pertarungan berebut kursi yang sesungguhnya adalah melawan partai lain.

“Banyak caleg belum percaya diri, melihat kompetitor hanya dari internal partai. Padahal spiritnya harusnya sama, yakni berfikir kolektif membesarkan nama partai, bukan memikirkan untuk diri sendiri,” jelas Juliyatmono. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia