Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

UNISRI Bentuk Lembaga Inovasi dan Kweirausahaan

29 April 2019, 18: 42: 33 WIB | editor : Perdana

TERBAIK: Rektor UNISRI Sutardi saat mewisuda mahasiswa bergelar cumlaude, Sabtu (27/4).

TERBAIK: Rektor UNISRI Sutardi saat mewisuda mahasiswa bergelar cumlaude, Sabtu (27/4). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Bonus demografi Indonesia sebanyak 260 juta jiwa akan menjadi bencana. Jika sistem pendidikan tidak segera berbenah. Rektor Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Sutardi menyebut fenomena ini akan berbahaya. Lantaran banyak generasi muda yang pandai namun menjadi pengangguran.

Berawal dari sini, UNISRI membentuk lembaga baru. Yakni Inovasi dan Kewirausahaan. Keberadaan lembaga untuk mencegah lulusan UNISRI kesulitan mencari pekerjaan.

”Melalui lembaga ini, menjadi bukti kami harus mampu mencetak lulusan yang memiliki bekal ilmu dasar cukup. Dibekali dengan supporting knowledge,” katanya kepada Jawa Pos Radar Solo saat Upacara Wisuda Periode 1 Tahun 2019 di kampus setempat, Sabtu (27/4).

Upacara Wisuda Periode 1 Tahun 2019, UNISRI mengukuhkan 311 sarjana. Berasal dari 14 program studi dari jenjang S1 dan pascasarjana. Sebanyak 112 wisudawan meraih predikat cumlaude.

Sutardi mengatakan, lulusan UNISRI harus menguasai ilmu dan teknologi komunikasi dalam menghadapi era digital. Tak hanya itu, kemampuan berwirausaha juga harus dipelajari. Sehingga Lembaga Inovasi dan Kewirausahaan ini diharapkan dapat membantu pemerintah memanfaatkan bonus demografi di masa mendatang.

”Upaya lain, kami mendidik calon sarjana berkompeten. Terbukti dengan capaian indeks prestasi kumulatif (IPK) yang hampir sempurna dan cumlaude. Secara administratif, mereka akan mudah mendapatkan pekerjaan. Meski nilai tinggi belum menjamin. Namun ini menjadi indikasi mahasiswa dalam menunjukkan prestasinya,” beber Sutardi.

Masa studi yang singkat, menjadi salah satu indikator. Mahasiswa dengan capaian nilai yang bagus dan lulus tepat waktu membuktikan UNISRI mampu melakukan percepatan masa studi. ”Dengan masa studi yang cepat, mereka bisa cepat mendapatkan pekerjaan atau bisa melanjutkan studi,” sambungnya.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UNISRI, Rispantyo menambahkan, pihaknya telah menerapkan sistem penomoran ijazah nasional. Sebagai tanda legalitas bahwa ijazah dikeluarkan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). ”Wisudawan juga akan menerima ijazah, transkrip nilai, dan surat keterangan pendamping ijazah (SKPI) dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. SKPI ini khusus wisudawan S1,” tandasnya. (ser/aya/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia