Minggu, 16 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Simulasi Hadapi Bencana, Siswa Jadi Tahu Cara Lindungi Diri

30 April 2019, 15: 03: 55 WIB | editor : Perdana

LATIHAN: Murid SD Muhammadiyah PK Kota Barat ikuti simulasi hadapi gempa bumi.

LATIHAN: Murid SD Muhammadiyah PK Kota Barat ikuti simulasi hadapi gempa bumi.

Share this      

SOLO – Pagi kemarin kegiatan belajar mengajar di SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kota Barat berlangsung seperti biasanya. Namun, suasana menjadi geger ketika sirene tanda gempa bumi meraung-raung pada pukul 08.17.

Tanpa dikomando, seluruh murid melakukan langkah-langkah penyelamatan diri. Mereka melindungi kepalanya menggunakan tas sekolah dan berkumpul di area evakuasi darurat di pojok ruangan kelas.

Usai  sirene  tanda gempa berhenti, wali kelas langsung memandu murid berjalan keluar kelas dengan tetap melindungi kepala menggunakan tas. Mereka diarahkan melewati jalur evakuasi dan berkumpul di titik kumpul di halaman masjid Kota Barat.

Wali kelas kemudian mengabsen siswanya untuk mengetahui ada atau tidak siswa yang masih terjebak di dalam kelas. Saat mengetahui ada beberapa murid belum ada di titik kumpul, tim guru melakukan penyisiran ruangan.

Beberapa siawa yang mengalami luka-luka dan patah tulang langsung mendapatkan pertolongan pertama oleh tim Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan dokter kecil.

Adegan tersebut adalah bagian dari simulasi menghadapi bencana gempa bumi oleh SD Muhammadiyah PK Kota Barat bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Solo. 

Simulasi dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN)  26 April itu melibatkan 145 murid kelas 4 dan 5 beserta tim guru dan delapan relawan MDMC.

Salah seorang peserta simulasi Anya Parisya Rivendra, mengaku mendapatkan banyak ilmu baru dari kegiatan simulasi tersebut. "Saya jadi mengerti langkah-langkah yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi musibah gempa bumi," katanya murid kelas V tersebut.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Muhamad Arifin mengungkapkan, kegiatan tersebut sekaligus mengevaluasi kesiapan sekolah dalam menghadapi bencana. Evaluasi meliputi sarana prasarana dan perangkat sumber daya manusia yang memiliki wawasan tanggap bencana. (aya/wa)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia