Jumat, 06 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Harga Sejumlah Komoditas Naik Dipicu Momentum Bulan Puasa Ramadan

30 April 2019, 15: 27: 10 WIB | editor : Perdana

MERANGKAK TINGGI: Masyarakat membeli telur ayam di sebuah super market di kawasan Kota Solo. Harga telur ayam di pasaran terpantau merangkak naik sejak tiga hari terakhir.

MERANGKAK TINGGI: Masyarakat membeli telur ayam di sebuah super market di kawasan Kota Solo. Harga telur ayam di pasaran terpantau merangkak naik sejak tiga hari terakhir. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Jelang datangnya bulan suci Ramadan, sejumlah harga komoditas pasar terpantau mengalami kenaikan. Seiring tingginya permintaan masyarakat. Salah satunya komoditas telur ayam.

Pedagang Pasar Legi Widati, 45, mengaku harga telur ayam mengalami kenaikan menjadi Rp 22.500 per kilogram. Sebelumnya harga telur ayam di kisaran Rp 21 ribu per kilogram. Kemudian gula pasir juga naik menjadi Rp 12.500 per kilogram dari harga Rp 11 ribu per kilogram.

”Kenaikan harga telur dan gula ini sudah terjadi sejak tiga hari terakhir. Sudah naik dari pemasoknya. Jadi kami juga ikut menaik harga. Kalau harga sembako lainnya relatif stabil. Tapi tidak tahu nanti, kalau sudah masuk bulan puasa. Semoga tidak ada kenaikan harga,” kata Widati kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (29/4).

Harga bawang merah justru turun dalam kurun sepekan ini. Dari sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram, kini menyentuh Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan harga bawang putih masih tinggi. Yaitu di kisaran Rp 48 ribu per kilogram.

Harga komoditas cabai belum ada pergerakan signifikan. Pedagang Pasar Legi, Handayani mengaku harga cabai rawit merah Rp 20-21 ribu per kilogram. Cabai rawit putih Rp 7.500 per kilogram. Sedangkan cabai rawit hijau Rp 8.500 per kilogram. Untuk cabai merah, harganya Rp 27 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta Subagyo menambahkan, masih tingginya harga bawang putih dipicu tersendatnya impor. Namun pemkot, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPIS) Surakarta, serta stakeholder terkait terus berupaya memenuhi permintaan masyarakat.

”Meski masih tersendat dalam pasokan, khususnya impor bawang putih, kami tetap berusaha mengamankan stoknya. Apalagi ini mau masuk Ramadan dan Lebaran. Harganya pun kami rasa masih wajar tinggi. Karena pasokannya yang berkurang. Pemerintah masih menghentikan sementara impor bawang putih,” papar Subagyo. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia