Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sragen

Fokus Operasi Candi, Pengendara Main HP akan Ditilang

30 April 2019, 15: 34: 44 WIB | editor : Perdana

Fokus Operasi Candi, Pengendara Main HP akan Ditilang

SRAGEN – Pengendara bermotor yang sering bermain handphone saat berkendara siap-siap saja ditilang. Sebab, pelanggaran tersebut akan menjadi salah satu fokus penindakan Polres Sragen dalam Operasi Candi 2019 ini.

Operasi Candi digelar serentak dan dimulai 29 April hingga 12 Mei mendatang. Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan saat apel gelar pasukan menegaskan, pengendara yang berkendara atau mengemudi sambil menggunakan handphone menjadi sasaran utama dalam operasi ini. Sebab, perilaku tersebut dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Bahkan tidak jarang, kasus kecelakaan fatal karena pengemudinya terlena karena memainkan handphone.

”Jadi kalau menemukan pengendara main HP saat mengemudi, bisa langsung ditilang,” jelas kapolres.

Selain itu, jenis pelanggaran yang akan ditindak adalah tidak menggunakan sabuk pengaman, menaikan dan menurunkan penumpang dijalan tol, melawan arus, berkendara di bawah pengaruh alkohol maupun narkoba. Lalu pengendara di bawah umur, melebihi batas kecepatan maksimal, serta menggunakan bahu jalan bukan peruntukannya.

Kasatlantas Polres Sragen AKP Dani Permana Putra menambahkan, angka kecelakaan lalu lintas di Sragen cukup tinggi. Didominasi kendaraan roda dua dan usia produktif. Sejak awal tahun hingga April sudah terjadi 380 kasus kecelakaan. Jumlah itu paling tinggi se-Eks Karesidenan Surakarta. Selama kurun waktu 2018, setidaknya 99 orang meninggal dunia serta 962 orang mengalami luka-luka.

”Korban lakalantas ini kebanyakan berusia 16-30 tahun. Mereka dari kalangan pelajar atau mahasiswa 266 orang,” jelasnya.

Sementara itu, Polres Karanganyar tengah mengkaji penindakan bagi pengendara yang merokok saat mengemudi. Kaporles Karanganyar AKBP Catur Gatot Effendi mengatakan, untuk menerapkan penindakan tersebut tidak hanya pada polisi. Namun juga harus dilaksanakan oleh pemerintah setempat.

“Tidak hanya polisi saja domainnya itu, akan tetapi penerapan larangan atau peraturan tersebut juga harus dengan pemerintah. Bagaimana pola pengawasan, kemudian struktur maupun infrastruktur yang ada di wilayah. Serta kondisi wilayah juga harus diperhatikan. Maka dari itu harus ada kajian terlebih dahulu,” kata Catur usai apel Gelar Pasukan Simpatik Candi di mapolres setempat.

Mantan Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah tersebut mengaku masih banyak kekurangan seperti fasilitas Zebra Cross, traffic light, dan CCTV yang belum terpasang sepenuhnya di wilayah Karanganyar. (din/rud/adi)

(rs/din/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia