Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Merapi Batuk (Lagi), Warga Tetap Tenang

30 April 2019, 16: 43: 42 WIB | editor : Perdana

AKTIVITAS NORMAL: Gunung Merapi terlihat dari kawasan Boyolali, belum lama ini. Meski terjadi penurunan, Gunung Merapi masih mengeluarkan lava pijar dan awan panas.

AKTIVITAS NORMAL: Gunung Merapi terlihat dari kawasan Boyolali, belum lama ini. Meski terjadi penurunan, Gunung Merapi masih mengeluarkan lava pijar dan awan panas. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Gunung Merapi masih menunjukkan aktivitasnya. Ditandai puncuran lava pijar dan awan panas alias wedhus gembel, kemarin pagi (29/4). Puncak Merapi terpantau mengalami guguran lava pijar sebanyak 2 kali. Kendati demikian, warga yang tinggal tak jauh dari kawasan puncak, tepatnya di Kecamatan Selo dan Cepogo tetap tenang.

Sehari sebelumnya, Minggu (28/4), juga terjadi guguran lava sebanyak 3 kali. Jarak luncuran sejauh 1.000 meter. Mengarah ke hulu Kali Gendol. Warga yang tinggal di lereng gunung berapi teraktif di dunia ini tetap tenang. 

Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali Tri Mujiyanto mengaku melihat beberapa kali guguran lava pijar dari puncak Merapi. Guguran yang mengarah ke Kali Gendol ini terbilang tidak terlalu membahayakan warga.

”Paling jauh (guguran lava, red) sepanjang 1 km. Sedangkan sepanjang hari ini (kemarin), jarak  luncurannya 650-850 meter. Akhir-akhir ini guguran lava sudah mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya,” terang Tri kepada Jawa Pos Radar Solo.

Satu periode pengamatan puncak Merapi dilakukan selama 6 jam. Guguran lava terjadi rata-rata 2-3 kali saja. Cuaca yang mendukung cukup membantu proses pengamatan dari Pos Jrakah. ”Kalau sebelum-sebelumnya, guguran lava sehari bisa beberapa kali,” beber Tri.

Meski aman, masyarakat diimbau tetap waspada. Apalagi zona larangan kegiatan pendakian masih berlaku. ”Kecuali untuk penelitian,” bebernya.

Trisnawan, 34, warga Cepogo, Boyolali mengaku aktivitas masyarakat tetap tetang. Tak ada laporan hujan abu yang mengganggu aktivitas warga di kawasan Selo dan Cepogo. ”Tidak ada abu vulkanik. Warga masih adem ayem,” ujarnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia