Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Sinergi Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Asing

30 April 2019, 16: 56: 47 WIB | editor : Perdana

Esthy Reko Astuty Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural

Esthy Reko Astuty Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural

Share this      

SOLO – Pariwisata merupakan salah satu lokomotif untuk meningkatkan perekonomian nasional dan daerah. Tak heran sektor ini jadi incaran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Hingga akhir 2019, kunjungan wisatawan mancanegara ditargetkan 20 juta secara nasional. Meski berat, Kementrian Pariwisata berusaha memenuhi target tersebut. Salah satunya mendorong sinergitas antara pemerintah daerah dan provinsi. Membangkitkan potensi yang ada. 

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Esthy Reko Astuty menjelaskan, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun lalu target kunjungan wisman sebanyak 17 juta orang. Realisasinya 15,8 juta. Mencapai target itu, diperlukan kerja ekstra. Namun Bekraf optimistis bisa mencapai target. Menonjolkan berbagai event potensial di setiap daerah. Salah satunya di Kota Solo.

”Optimistis bisa. Meski beberapa waktu ini banyak bencana alam. Tapi dengan timing dan konsep matang, kami bisa menggaet wisatawan mancanegara lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Kami telah menyiapkan beberapa strategi. Di antaranya program ordinary, ekstra ordinary, dan super ordinary,” jelas Esthy kepada Jawa Pos Radar Solo usai rapat koordinasi di The Alana Hotel and Conventions Center-Solo, kemarin (29/4). 

Program ordinary sudah dilakukan., Saatnya ekstra dan super ekstra. Seperti border tourism, tourism hub, dan low coat terminal (LCT). Terkait target kunjungan wisman yang tumbuh, kunjungan wisatawan nusantra serta devisa sudah terpenuhi. Target wisatawan lokal dari 270 juta orang, saat ini sudah tercapai 273 juta orang. 

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinoeng B. Rachmadi menjelaskan, pihaknya siap menggarap potensi wisata halal Indonesia. Menggugah kesadaran publik, baik masyarakat maupun pengelola objek wisata. Upaya tersebut seiring ditetapkannya Jawa Tengah sebagai 1 dari 10 tujuan wisata halal. Oleh Global Muslim Travel Index (GMTI), Maret lalu.

”Kami ingin menyatukan langkah atau bersinergi. Termasuk berbagi peran antara pemkot dan pemkab. Mereka punya event bernilai jual apa yang bisa didorong dan difasilitasi. Saat ini jumlah wisatawan muslim masuk ke Jawa Tengah 80 ribu orang. Mengalahkan kunjungan wisata di negara-negara Timur Tengah. Kami mendorong daerah-daerah untuk memenuhi syarat sertifikasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” bebernya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia