Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Kredit Macet, Pemilik Ruko Melawan saat Dieksekusi

01 Mei 2019, 17: 05: 59 WIB | editor : Perdana

BONGKAR PAKSA: Eksekusi parabotan milik Sudaryanto di Ruko Cendana Raya Blok GP-31 Jalan Raya Jlopo, Grogol.

BONGKAR PAKSA: Eksekusi parabotan milik Sudaryanto di Ruko Cendana Raya Blok GP-31 Jalan Raya Jlopo, Grogol. (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo tetap mengeksekusi barang rumah tangga milik Sudaryanto di Ruko Cendana Raya Blok GP-31 Jalan Raya Jlopo, Kecamatan Grogol meskipun pemiliknya melawan kemarin (30/4).

Saat petugas datang, Sudaryanto berteriak dan menunjukkan sejumlah dokumen kepada petugas PN Sukoharjo. ”Dulu saat eksekusi rumah, saya tidak menyerahkan barang. Saya punya bukti semua. Kalau situ nekat, ya terserah. Saya sudah ngomong,” tegasnya.

Legal Pondok Solo Permai (PSP) Marlina selaku pengelola ruko mengatakan, awalnya Sudaryanto adalah konsumen PSP. Dia membeli rumah namun pembayarannya tidak lancar. ”Kredit macet. Rumahnya dieksekusi pada tahun 2014,” jelas dia.

Setelah eksekusi, perabotan rumah tangga milik Sudaryanto terbengkalai karena  yang bersangkutan belum memiliki tempat tinggal. Kemudian oleh PN Sukoharjo diminta dititipkan di ruko milik PSP sementara waktu.

Namun, sejak 2014 hingga 2019, perabotan rumah tangga tersebut tidak segera diambil oleh Sudaryanto. Akhirnya PSP melakukan gugatan ke PN Sukoharjo.

Juru Sita PN Sukoharjo Haryo Pujo mengatakan, kasus perdata tersebut sudah berkekuatan hukum tetap. ”Pemohon dulu menyediakan ruko untuk menitipkan barang termohon sementara waktu. Namun sampai beberapa tahun tak diambil. Kemudian dilakukan gugatan eksekusi kembali untuk barang milik saudara Sudaryanto,” ungkap dia. (yan/wa)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia