Sabtu, 21 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Juni Underpass Dibangun, Hunian Bersih Pascalebaran

02 Mei 2019, 15: 08: 43 WIB | editor : Perdana

STERILISASI: Hunian liar di sepanjang rel Jalan Underpass ini bakal ditertibkan. 

STERILISASI: Hunian liar di sepanjang rel Jalan Underpass ini bakal ditertibkan.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Proyek Underpass Transito di Pajang, Laweyan akan dimulai Juni tahun ini. Karena itu, pengosongan seluruh bangunan liar di sisi utara Jalan Transito bakal dilakukan usai Lebaran ini. Pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah selter, pasar tradisional, dan rusunawa di Kota Bengawan untuk merelokasi mereka.

Informasi ini dipaparkan di depan 104 warga yang hunian mereka akan terkena proyek ini di Kelurahan Pajang, Laweyan Selasa (30/4) malam. Dalam pertemuan itu, Kepala Bidang PKL Dinas Perhubungan Kota Surakarta Didik Anggono memaparkan rencana penataan kawasan tersebut sebagai persiapan pembangunan Underpas Transito sekaligus persiapan dibangunnya Overpass Purwosari. 

“Kami informasikan bahwa proyek fisik Underpass Transito akan segera dikerjakan pertengahan tahun ini. Untuk mendukung persiapan itu, usai Ramadan penataan kawasan ini mulai dilakukan,” kata Didik saat pemaparan.

Dalam sosialisasi tersebut pihaknya menyampaikan informasi soal wacana, kebijakan, dan solusi yang ditawarkan pemerintah soal penataan tersebut. Selain itu, sosialisasi dilakukan untuk mematangkan  pendataan yang telah dilakukan beberapa waktu sebelumnya. “Data kami ada 104 bangunan di sepanjang sisi utara Jalan Transito. Satu nama satu bangunan. Ini data terakhir kami,” beber Didik.

Ia mengatakan, 104 bangunan itu terdiri dari tiga jenis pemanfaatan. Ada yang dipakai untuk usaha, hunian, dan ada juga yang dipakai untuk usaha sekaligus hunian. Karena itu pemerintah menyiapkan sejumlah penawaran pada para pemilik bangunan. 

“Kami diberi amanah untuk menata kawasan ini. Jadi yang kami tangani bukan hanya lapak PKL saja, namun juga termasuk bangunan liar. Ada tiga solusi yang ditawarkan. Kalau yang membutuhkan lokasi usaha sudah disiapkan selter dan pasar tradisional. Kalau yang bangunannya dipakai untuk hunian, pemkot menyiapkan rusun,” kata Didik.

Sesuai rencana, pihaknya masih mengagendakan beberapa tahap sosialisasi untuk mencapai kesepakatan dengan pemilik bangunan. Kendati demikian, pihaknya berharap masyarakat bisa bekerjasama dengan baik karena proses penataan bakal dilakukan usai Lebaran ini, mengingat proyek fisik Underpass Transito mulai digarap Juni 2019. 

Masyarakat tak perlu risau, meski 30 persen bukan warga Solo, pemkot bakal adil dalam penataan tersebut. Sebab semuanya dijanjikan solusi terbaik plus ongkos bongkar untuk bangunan terdampak penataan. “Untuk ongkos bongkarnya Rp 50 ribu per meter untuk bangunan semi permanen. Dan Rp 65 ribu per meter untuk bangunan permanen. Nanti kalau butuh bantuan pindah juga bisa diupayakan bantuan lainnya,” tegas Didik. 

Dalam sosialisasi tersebut warga tampak pasif menerima arahan petugas. Dan enggan berkomentar. Kendati demikian, usulan dan masukan warga untuk penataan tetap akan diterima dengan baik oleh pemerintah. Jika sungkan, hal itu bisa dikomunikasikan terlebih dahulu dengan pemangku wilayah setempat.

“Karena lokasinya berada di wilayah Kelurahan Pajang jadi sosialisasinya di sini. Kami hanya memfasilitasi saja pertemuan dan terus berkoordinasi dengan dinas terkait. Jika warga terdampak masih bingung bisa langsung menghubungi dinas atau menyampaikan lewat kelurahan," tutur Lurah Pajang Agung Budianto. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia