Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Angin Segar Pekerja Nonfixed Income, Difasilitasi Pembiayaan Rumah

02 Mei 2019, 16: 14: 11 WIB | editor : Perdana

SEMUA KALANGAN: Seorang pekerja mengecat perumah bersubsidi di kawasan Sukoharjo. Pengembang kini memberi kemudahan akses KPR bagi pekerja tidak tetap.

SEMUA KALANGAN: Seorang pekerja mengecat perumah bersubsidi di kawasan Sukoharjo. Pengembang kini memberi kemudahan akses KPR bagi pekerja tidak tetap. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Selama ini fasilitas pembiayaan rumah sederhana hanya berlaku bagi pekerja atau pegawai dengan pendapatan tetap. Maksimal Rp 4 juta. Tapi sekarang, pekerja dengan penghasilan tidak tetap atau nonfixed income bisa mendapatkannya. Melalui kemudahan akses yang diberikan sejumlah pengembang.

Kemudahan ini merupakan upaya pengembang dalam mewujudkan program sejuta rumah bagi masyarakat Indonesia. Ketua Real Estate Indonesia (REI) Solo Raya Anthony Abadi Hendro menjelaskan, pihaknya akan melibatkan koperasi. Memberikan fasilitas pembiayaan rumah sederhana untuk pekerja nonfixed income.

Beberapa contoh pekerja nonfixed income yang dimaksud, di antaranya juru parkir, pekerja seni, dan penjual makanan. Segmen tersebut selama ini sering kesulitan mendapatkan fasilitas kredit perbankan.

”Kami bekerja sama dengan koperasi maupun lembaga pembiayaan nonbank. Agar program ini bisa berjalan. Nanti koperasi atau lembaga pembiayaan bisa mengumpulkan angsuran mereka. Kemudian diteruskan ke bank pelaksana KPR (kredit pemilikan rumah),” jelas Anthony kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (1/4).

Syaratnya masih sama dengan nasabah lain. Pekerja nonfixed income berpenghasilan maksimal Rp 4 juta per bulan. Asumsinya, mereka menyisikan uang sekitar Rp 25-30 ribu per hari untuk diberikan kepada koperasi. Jangka kredit sekitar 5-20 tahun dengan angsuran Rp 800-900 ribu per bulan. Ditambah uang muka 5 persen dan bunga kredit 5 persen fix selama masa kredit.

Kemudahan ini mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Pedagang makanan shelter Kota Barat Parjuki, 38, menyambut gembira jika program ini terealisasi. Dia saat ini masih tinggal jadi satu dengan orang tuanya. Pernah mengajukan KPR, terhalang persyaratan dari perbankan.

”Pemasukan per bulan sudah sesuai, namun saya kan tidak punya slip gaji. Beberapa berkas yang lain juga tidak ada. Kadang bingung harus bagaimana? Kalau sekarang bisa dijembatani dengan koperasi, kemungkinan disambut baik oleh teman-teman,” bebernya. (gis/fer

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia