Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

LIPI Ajak Daerah Bangun Kebun Raya

03 Mei 2019, 08: 15: 59 WIB | editor : Perdana

JADI CONTOH: Kebun Raya Indrokilo Boyolali menjadi salah satu contoh konservasi hutan. 

JADI CONTOH: Kebun Raya Indrokilo Boyolali menjadi salah satu contoh konservasi hutan. 

Share this      

SOLO – Berbagai upaya bisa dilakukan pemerintah daerah untuk menghijaukan hutan kota. Tidak hanya sekadar membangun taman kota, namun seharusnya sudah mulai menggagas kebun raya di daerah masing-masing. 

Deputi Bidang Keilmuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Enny Sudarmonowati menjelaskan, Indonesia menghadapi tantangan berat dalam penyelamatan kekayaan keanekaragaman hayati. Upaya konservasi berkejaran dengan laju kerusakan habitat alami, eksploitasi secara berlebihan, serta alih fungsi hutan.

“Untuk itu kami terus mengembangkan pembangunan kebun raya sebagai model ideal konservasi keanekaragaman hayati secara ex-situ. Hingga tahun ini, LIPI sudah berperan aktif dalam pengelolaan dan pembangunan 39 kebun raya di 22 provinsi. Baik kerja sama dengan pemerintah daerah maupun perguruan tinggi,” kata Enny dalam workshop Manajemen Perkebunrayaan di Hotel Alana Kamis kemarin (2/5).

(ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Di kawasan eks Karesidenan Surakarta, Enny mencontohkan Kebun Raya Indrokilo Boyolali. Kawasan konservasi seluas 12 hektare ini berada di Dusun Gunungsari, Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. 

“Kebun raya itu ukurannya bukan seberapa besar luasnya, tapi bagaimana mengelola ini agar terus berkembang dari waktu ke waktu. Kemudian koleksi dari kebun raya juga harus beragam, dan itu berproses terus. Serta harus memiliki keunikan dan ciri khas sendiri-sendiri,” papar Enny.

Enny mencontohkan Kebun Raya Indrokilo memiliki tema konservasi tumbuhan hutan hujan dataran rendah Jawa bagian timur. Koleksi tumbuhan ada 987 spesimen. Dari jumlah itu, 80 spesimen di antaranya adalah tumbuhan langka. “Lantaran pentingnya konservasi dan pemanfaatannya, maka harus terus-menerus kita kembangkan pembangunannya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Sarwono Kusuma Atmadja menuturkan, dengan adanya kebun raya di tingkat daerah akan memiliki fungsi yang strategis. Tidak hanya kawasan wisata semata, namun bisa menjadi pusat konservasi, arena pembelajaran serta penelitian. 

“Ini menjadi semacam modal bagi kabupaten kota menjadi terkenal dan pusat rujukan bagi pembelajaran keanekaragaman  hayati. Jadi nantinya yang terkenal tidak hanya Kebun Raya Bogor, namun juga kebun raya-kebun raya yang lain,” paparnya.

Dijumpai di lokasi, Bupati Boyolali Seno Samudro mengatakan memang memiliki keinginan agar Kebun Raya Indokilo nanti bisa lebih banyak menanam tumbuhan langka. Secara anggaran akan dilakukan secara bertahap hingga beberapa kali.  ”Untuk konsep konservasi tumbuhan langka, secara pelaksanaan akan dibantu pihak LIPI,” terang Seno

Pembangunan Kebun Raya Indrokilo merupakan salah satu visi misinya sebelum pensiun. Menurutnya, visi misi itu sangat penting untuk peninggalan anak cucu nanti, masalah lingkungan hidup, air, pohon, oksigen. Selain menyediakan koleksi tumbuhan langka, akan dibuka akses masuk ke Kebun Raya Indrokilo pada pagi dan malam hari. “Jadi sekali lagi, saya sangat serius menyukseskan program ini yang dibantu LIPI. Meski belum sempurna, tetapi sudah kami mulai,” paparnya. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia