Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Inflasi Tertinggi se-Jawa Tengah, Dipicu Kenaikan Harga Bawang Putih

03 Mei 2019, 17: 39: 03 WIB | editor : Perdana

AKTOR UTAMA: Seorang pedagang bawang putih sedang merapikan dagangannya di pasar darurat Pasar Legi. Bawang putih pemicu utama inflasi April.

AKTOR UTAMA: Seorang pedagang bawang putih sedang merapikan dagangannya di pasar darurat Pasar Legi. Bawang putih pemicu utama inflasi April. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kenaikan harga bawang putih jadi pemicu utama inflasi di Kota Solo sepanjang April. Inflasi April tercatat 0,68 persen. Dengan indek harga konsumen sebesar 130,93 persen. Lebih tinggi dibandingkan Maret yang inflasinya di angka 0,29 persen.

Kepala Badan pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta R. Bagus Rahmat Susanto menjelaskan, enam kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. Di antaranya kelompok bahan makanan naik 2,33 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau naik 0,28 oersen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik 0,02 persen. Sedangkan an kelompok sandang naik 0,05 persen. Dari 10 komoditas utama penyumbang inflasi, bawang putih memberikan andil paling tinggi.

”April ini harga bawang putih naik 29,95 persen. Kemudian angkutan udara naik 16,15 persen, bawang merah naik 30 persen. Kemudian telur ayam ras naik 7,49 persen. Lalu buah pepaya naik 6,12 persen. Lima komoditas lainnya, adalah harga nangka muda yang naik 14 persen. Tomat sayur naik 15 persen, petai naik 25 persen, kangkung naik 18 persen, dan gudeng naik 4,26 persen,” kata Bagus kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (2/5).

Catatan lain, inflasi Kota Solo tertinggi di Jawa Tengah. Diikuti Kota Semarang (0,47 persen), Kota Tegal (0,46 persen), Kota Cilacap (0,26 persen), Kota Kudus dan Purwokerto masing-masing 0,21 persen.

Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA) Bank Indonesia (BI) Solo, Bakti Artanta membeberkan penyebab tingginya harga bawang putih. Disebabkan kran impor bawang putih masih dalam proses pengiriman ke Indonesia. Tiongkok sebagai negara pengimpor masih ada beberapa kegiatan di perairan. Sehingga aktivitas pengiriman tersendat. Kemungkinan saat puasa dan Lebaran, sudah berjalan lebih baik.

”Kita sama-sama berdoa agar distribusi impor bawang secepanya dilakukan. April juga sudah melakukan aksi pasar murah khusus bawang bersama TPID Surakarta. Namun ternyata belum berdampak signifikan. Kenaikan bawang putih ini tidak hanya di Kota Solo, tetapi secara nasional,” bebernya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia