Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Boyolali

Jelang Puasa, Gas Melon Langka

03 Mei 2019, 19: 50: 30 WIB | editor : Perdana

KOSONG: Sebuah toko pengecer di Kabupaten Boyolali kehabisan stok gas melon.

KOSONG: Sebuah toko pengecer di Kabupaten Boyolali kehabisan stok gas melon. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Jelang datangnya bulan puasa Ramadan, elpiji bersubsidi 3 kg alias gas melon menghilang dari pasaran. Banyak pangkalan dan agen gas di boyolali mengaku kehabisan stok gas melon sejak sepekan ini. Akibatnya masyarakat dibikin pusing tujuh keliling.

Warga harus menyisir pangkalan untuk mendapatkan gas melon. Tak jarang pergi jauh ke luar kecamatan. Seperti yang dilakukan Eni, 37, warga Desa Jemowo, Kecamatan Musuk. Dia harus menyisir belasan pangkalan di Musuk. ”Saya cari sampai perbatasan Kecamatan Boyolali Kota. Akhirnya dapat di Kampung Poncobudoyo, Kecamatan Boyolali Kota,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Yayuk Isdiyawati, 28, pengecer gas melon di Dukuh/Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Boyolali mengaku sepekan ini mengalami kelangkaan. Hanya memiliki 30 tabung gas dan tak kunjung mendapatkan pasokan dari distributor. ”Belum tahu mau dikirimi kapan. Saat ini masih kosong,” bebernya.

Unit Manager Comm dan CSR MOR IV PT Pertamina, Andar Titi Lestari menyatakan sejak 22-30 April pihaknya telah mendistribusikan 9.925 tabung gas ke Kecamatan Sambi. Tiga pangkalan telah diberikan jatah sesuai kebutuhan masing-masing.

Begitu juga di Kecamatan Ngemplak yang mencapai 24.365 tabung. Telah didistribusikan dalam periode yang sama. ”Kami tidak melakukan pengurangan, bahkan siap melakukan penambahan sesuai kebutuhan,” klaim Andar.

Saat ini telah dilakukan kajian peningkatan konsumsi tabung gas pada saat puasa hingga Lebaran. ”Mulai minggu kedua dan keempat puasa, serta satu minggu setelah Lebaran, kebutuhan akan meningkat. Sedikitnya 83.466 tabung gas akan ditambahkan pada saat puasa nanti,” papar Andar.

Penambahan sebanyak 8 persen dari alokasi regular, Mei mendatang.  Agar tepat sasaran, akan dilakukan monitoring saat distribusi kuota tambahan. Bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dan aparat kepolisian. ”Selama puasa tidak boleh ada kelangkaan gas elpiji,” tegasnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia