Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Boyolali

Lukisan Tepanjang di Dunia di Indrokilo

04 Mei 2019, 19: 22: 32 WIB | editor : Perdana

NIKMATI SUASANA: Bupati Boyolali Seno Samodro bersama tamu undangan menaiki mini golf di sela peresmian Kebun Raya Indrokilo Boyolali, kemarin siang (3/5).

NIKMATI SUASANA: Bupati Boyolali Seno Samodro bersama tamu undangan menaiki mini golf di sela peresmian Kebun Raya Indrokilo Boyolali, kemarin siang (3/5). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB) resmi dibuka untuk umum, kemarin (3/5). Ditandai peresmian oleh Bupati Boyolali Seno Samodro. Meski sudah diresmikan, namun KRIB bakal terus dipercantik. Agar kian menarik kunjungan wisata ke kebun raya yang berada di kawasan Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali tersebut.

Seno dalam sambutannya mengaku, meski sudah di-launching, bukan berarti pembangunan Indrokilo berhenti. Saat ini, tengah dirancang penambahan hiasan berupa lampu. Agar pengunjung bisa menikmati keindahan Indrokilo di malam hari.

”Silahkan masyarakat menikmati semua fasilitas yang ada di Kebun Raya Indrokilo ini. Baik saat pagi, siang, sore, atau malam hari,” ucap Seno.  

Indrokilo juga akan ditambahi replika bahtera Nabi Nuh. Saat ini masih dalam proses pembangunan. Nantinya, replika kapal Nabi Nuh sepanjang 38 meter ini bakal dihiasi dengan lukisan karya pelukis professional. ”Bakal menjadi lukisan terpanjang di dunia,” ujar Seno.

Pembangunan Indrokilo, menurut Seno, berawal dari hasil diskusi. Kemudian muncul wacana mewariskan mata air, bukan air mata bagi anak cucu. Kebun ini sekaligus sebagai tempat konservasi. Pembangunan dilakukan dari nol untuk mendukung konsep Boyolali sebagai water city, green city, dan smart city. 

Setelah ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali bakal menggelar roadshow terkait keberadaan Indrokilo. Roadshow menyasar ke sejumlah kota besar di Indonesia. Di antaranya Jakarta, Surabaya, termasuk Solo. Roadshow juga akan mengundang para pelaku wisata, dan travel agent. ”Kami akan meminta masukan lebih lanjut dari pihak-pihak terkait, termasuk dari biro wisata,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali Totok Eko Y.P. menyebut pembangunan Indrokilo dilakukan bertahap sejak 2016. Total dana yang telah digelontorkan Rp 40 miliar selama empat tahun. Seluruh dana berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Boyolali.

”Indrokilo ada I6.707 tanaman. Terdiri dari enam tema. Yaitu, taman tematik buah lokal, paku- pakuan, koleksi labirin, tanaman obat, konservasi air, serta bambu,” ujar Totok

Deputi Bidang Ilmu Pengathuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Enny Sudarmonowati menyambut positif diresmikannya Indrokilo. Merupakan kebun raya ke-12 dari dari total 39 yang dikelola LIPI. ”Koleksi KRIB ini adalah tanaman hutan hijau dataran rendah Jawa bagian timur,” tandasnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia