Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Tanpa SKTM, Nihil Siswa Prioritas

05 Mei 2019, 15: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Tanpa SKTM, Nihil Siswa Prioritas

SOLO – Masih berharap anak mendapatkan sekolah ternama bermodalkan surat keterangan tidak mampu (SKTM)? Pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA tahun ini, modus penyelewengan surat sakti tersebut dilibas. 

Semua calon murid baru mendaftar melalui jalur yang sama. Baik pendaftar reguler maupun siswa dari keluarga miskin. Sekretaris Musyawarah Kepala Sekolah (MKKS) Kota Surakarta Agung Wijayanto menegaskan, SKTM bagi pendaftar gakin sudah tidak berlaku lagi.

"Itu (SKTM, Red) sudah tidak terkait lagi dengan PPDB. Pendaftar gakin tetap mendaftar sama dengan pendaftar reguler lainnya. Kalau ada bantuan atau beasiswa, akan dideteksi setelah pendaftar gakin sudah diterima di sekolah tertentu," bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin (4/5).

Aturan baru ini diklaim Agung akan membuat situasi lebih kondusif dibandingkan dengan PPDB sebelumnya. Karena pendaftar tidak lagi merasa diistimewakan dengan adanya SKTM.

Perbedaan lainnya, pada PPDB tahun ini adalah soal pemilihan peminatan. Pada PPDB sebelumnya, pilihan peminatan sudah dilakukan saat mendaftar ke sekolah tertentu. Ambil contoh pendaftar memilih peminatan IPA di SMAN 6 di awal pendaftaran.

"Kalau tahun ini, daftar sekolahnya saja. Tanpa memilih peminatan. Baru nanti secara sistem akan mengolah nilai pendaftar dari hasil ujian nasional. Nilai ini akan digunakan untuk program peminatan. Yang penting masuk dulu ke sekolah, soal peminatan ditentukan dari nilai ujian nasional," urainya.

Agung menyadari aturan baru tersebut bukan tanpa kendala. Karena bisa saja secara nilai, calon murid baru dijuruskan ke peminatan IPA. Padahal siswa tersebut secara minat ingin memilih IPS.

"Secara aturan di kurikulum, peminatan siswa bisa berubah. Selama tiga bulan akan dilakukan evaluasi. Ada kemungkinan salah peminatan. Capaiannya tidak baik atau berdasarkan hasil psikotes memang tidak sesuai. Kalau ada tempat yang kosong, bisa dilakukan pemindahan jurusan. Kalau semuanya penuh, ya tidak bisa. Itu ada aturannya di Kurikulum 2013," tandasnya. (aya/wa)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia