Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Camat-Kasek Jadi Pejabat Tinggi Pemprov Jateng

07 Mei 2019, 12: 04: 31 WIB | editor : Perdana

TRANSPARAN: Gubernur Ganjar Pranowo melantik pejabat Pemprov Jateng hasil seleksi lelang jabatan.

TRANSPARAN: Gubernur Ganjar Pranowo melantik pejabat Pemprov Jateng hasil seleksi lelang jabatan. (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

Share this      

SEMARANG – Tepuk tangan langsung bergemuruh di Gedung Gradhika Bhakti Praja saat nama Imam Maskur dan Jumeri disebut dalam acara upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemprov Jateng, Senin (6/5).

Bagaimana tidak, dua pejabat tinggi tersebut bukan berasal dari lingkungan pejabat elit di Pemprov Jateng, melainkan seorang camat dan kepala sekolah (kasek) di daerahnya masing-masing. Imam Maskur merupakan camat Kedungbanteng, Kabupaten Tegal. Kini dia dipercaya oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjadi kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jateng.

Sementara Jumeri, sebelumnya menjabat sebagai kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Bawen Kabupaten Semarang. Dia kini menduduki posisi orang nomor satu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng.

Sejak memimpin 2013 lalu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memang menerapkan promosi jabatan secara terbuka. Proses rekrutmen pejabat tinggi di lingkungan Pemprov Jateng dilakukan dengan cara lelang jabatan dan membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mendaftarkan diri.

Hal tersebut yang membuat proses seleksi jabatan bebas dari praktik korupsi. Tak hanya itu, lelang jabatan juga membuka lebar peluang setiap orang untuk bisa menduduki jabatan di lingkungan Pemprov Jateng itu, termasuk Imam Maskur dan Jumeri.

“Sebenarnya ini konsekuensi dari promosi terbuka. Siapapun bisa masuk dan memimpin. Saya tidak tahu mereka, tidak kenal mereka, karena mereka sesuai golongan dan syaratnya mencukupi, maka panitia seleksi menyeleksi dan mereka dinyatakan lolos,” kata Ganjar usai melantik pejabat baru tersebut.

Tak hanya itu, saat wawancara, Ganjar juga mengatakan bahwa mereka memiliki gagasan dan pengalaman yang menarik. Untuk itu, dirinya memberikan kesempatan kepada mereka untuk bisa memimpin.

“Yang penting memiliki integritas dan kompetensi yang bagus, sehingga bisa bekerja dengan baik. Mereka orang-orang berpengalaman dan saya harap mereka dapat memimpin dengan baik,” tambahnya.

Meski begitu, Ganjar mengatakan telah mengontrak para pejabat baru yang dilantik tersebut selama satu tahun. Nantinya, selama satu tahun mereka akan dievaluasi apakah pejabat baru tersebut layak untuk melanjutkan atau harus mengundurkan diri.

“Jadi selama setahun itu mereka harus memastikan bahwa yang dilakukan benar semuanya. Kalau tidak, maka harus sepakat untuk siap mundur. Kalau ada catatan dari saya atau komplain dari masyarakat yang membuat mereka harus mundur, ya harus siap. Ini akan menjadi tradisi,” tegasnya.

Terakhir, Ganjar berpesan kepada para pejabat baru yang dilantik tersebut untuk tidak sombong dan bekerja sesuai integritas dan profesional. “Tidak perlu sombong, langsung bekerja untuk melayani masyarakat. Sementara bagi yang tidak lolos seleksi, jangan berkecil hati. Biasa saja, silakan ikut daftar lagi, karena ini kontestasi yang terbatas,” tutupnya.

Sementara itu, Imam Maskur mengaku bersyukur mendapat amanah dari gubernur untuk menjabat sebagai kepala Biro Kesejahteraan Rakyat. Meski cukup berat, namun ia akan berupaya untuk mewakafkan dirinya demi masyarakat Jateng.

“Nanti akan saya buktikan jika saya bisa. Saya akan berusaha menjalankan amanat ini dengan bekerja semaksimal mungkin demi kemajuan Jawa Tengah. Kalau nanti saya dalam waktu setahun dirasa memang tidak memenuhi syarat, saya siap mengundurkan diri,” tegasnya.

Selain Imam Maskur dan Jumeri, Gubernur Jateng juga melantik sejumlah pejabat tinggi lainnya. Mereka adalah Wisnu Zaroh sebagai kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jateng, AR Hanung Triyono menduduki kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng, dan Eko Yunianto sebagai kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jateng.

Kemudian Fendiawan Tiskiantoro didaulat menjadi kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jateng, Retno Sudewi sebagai kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Jateng (DP3AKB) dan Ratna Kawuri ditunjuk sebagai kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng. (lhr/bun)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia