Senin, 16 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Terdampak Underpas Transito,Warga Pertanyakan Kejelasan Ongkos Bongkar

07 Mei 2019, 13: 59: 22 WIB | editor : Perdana

DIRELOKASI: Deretan bangunan yang bakal terdampak proyek underpass Trasito. 

DIRELOKASI: Deretan bangunan yang bakal terdampak proyek underpass Trasito.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kepastian nominal ongkos bongkar bagi pemilik bangunan yang terdampak proyek underpass Trasito mencuat saat petugas melakukan pendataan ulang kemarin (6/5). 

"Tadi saya tanyakan bangunan saya ini termasuk permanen apa semipermanen? Dijawab petugas permanen,” terang Broto, warga Kampung Suronalan RT 08 RW 08, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan saat pendataan ulang bangunan kemarin (6/5).

Seingat Broto, untuk bangunan permanen, nominal ongkos bongkar Rp 65 ribu per meter, sedangkan semipermanen Rp 50 ribu per meter. Sebab itu, dirinya butuh kepastian ongkos bongkar guna menyiapkan keperluan lainnya. 

Soal relokasi tempat usahanya yang disebut-sebut di selter Mojongsongo, Broto berharap bisa dikaji ulang. “Kok jauh sekali ya. Pengennya bisa lebih dekat. Kalau kejauhan saya pilih dagang di rumah dulu," terangnya. 

Kepala Bidang PKL Disdag Surakarta Didik Anggono mengatakan, pendataan ulang bangunan terdampak proyek underpass Transito guna mendapatkan data akurat. Mengingat pada sosialisasi sebelumnya, ada pemilik bangunan belum terdata. 

"Kemarin ada kendala kesalahan pendataan. Ternyata tidak semua penghuni bangunan sekaligus pemiliknya. Makanya kita data ulang," jelasnya.

Pendataan, imbuhnya, sekaligus mencegah munculnya protes di kemudian hari. "Beberapa bangunan disewakan. Buat penyewa yang benar-benar tidak punya rumah, nanti kami carikan solusinya. Ini validasi data dulu dan langsung kami laporkan wali kota dan kepala dinas," urainya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia