Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

STIKES PKU Jadi ITS Kesehatan

07 Mei 2019, 14: 38: 55 WIB | editor : Perdana

METAMORFOSA: Dari kiri, Ketua PDM Surakarta Subari, Ketua BPH ITS PKU Sofyan Anief, Rektor ITS PKU Weni Hastuti, Wakil Wali Kota Surakarta Ahmad Purnomo, Ketua LLDIKTI Jateng DYP Sugiharto.

METAMORFOSA: Dari kiri, Ketua PDM Surakarta Subari, Ketua BPH ITS PKU Sofyan Anief, Rektor ITS PKU Weni Hastuti, Wakil Wali Kota Surakarta Ahmad Purnomo, Ketua LLDIKTI Jateng DYP Sugiharto.

Share this      

SOLO – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Surakarta resmi berganti nama menjadi Institut Teknologi Sains (ITS) Kesehatan PKU Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (4/5). Ditandai penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 6 Jawa Tengah DYP Sugiharto. Kepada Rektor ITS Kesehatan PKU Muhammadiyah Surakarta Weni Hastuti.

Perubahan menjadi Institut Teknologi Sains dan Kesehatan, ada beberapa hal yang akan dicanangkan. Yakni semakin memperkuat inter profesional education. Mensinergikan beberapa program studi (prodi) yang berada di bawah naungan institut. Untuk menanamkan semangat kerja sama dan kolaborasi antarprofesi sejak di bangku perkuliahan.

”Dengan demikian, ketika mereka memasuki dunia kerja yang sesungguhnya, sudah terbiasa dengan budaya menghargai antarprofesi dalam menyelesaikan masalah pada klien,” kata Rektor ITS Kesehatan PKU Muhammadiyah Surakarta Weni Hastuti.

Selain itu, menjadikan ITS PKU sebagai pusat upgradding skills atau pusat pelatihan dan penyiapan lulusan tenaga kesehatan yang akan bekerja ke luar negeri, khususnya Jepang. ”Saat ini kami sudah mengantongi lisensi resmi dari BNP2TKI untuk penyelenggaraan upgradding skills untuk negara tujuan ke Jepang. Melalui 3 skema, yaitu G to G dengan subsidi pelatihan dari pemerintah Jepang, skema magang kerja, dan beasiswa kuliah dengan biaya penuh dari rekanan di Jepang,” imbuhnya. 

Metamorfosa ini akan menjadikan ITS PKU sebagai pusat pengembangan teknologi informasi. Khususnya teknologi informasi kesehatan. ”Kami yakin, ke depan, akan semakin banyak peran teknologi informasi di bidang kesehatan maupun dalam menunjang pelayanan di rumah sakit,” urai Weni.

Terakhir, akan menguatkan kerja sama internasional yang saat ini sudah terjalin. Setelah berubah jadi institut dengan penambahan beberapa prodi sarjana. Tentu ini akan meningkatkan bargaining position ITS PKU dengan perguruan tinggi lain yang sejenis di luar negri. ”Dengan kerja sama ini, diharapkan akan terjadi transfer of knowledge maupun tradisi akademik dari berbagi negara,” ungkap Weni. (rls/fer)

(rs/fer/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia