alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Persentase Maling Bisa Meningkat Jelang Lebaran

07 Mei 2019, 17: 18: 40 WIB | editor : Perdana

Persentase Maling Bisa Meningkat Jelang Lebaran

SRAGEN – Tingkat angka aksi kejahatan berupa pencurian rumah kosong, selama bulan Ramadan berpotensi meningkat. Terlebih suasana jelang Lebaran membuat banyak pihak membutuhkan uang lebih untuk memenuhi kebutuhannya jelang Idul Fitri. Terkadang ada hal-hal negatif yang dilakukan, seperti melakukan pencurian demi meraih jalan instan mendapatkan uang.

Hal ini juga perlu diantisipasi banyak pihak. Di bulan Ramadan, diprediksikan banyak pencuri akan menyasar rumah yang terlihat tengah kosong di tinggal penghuninya. Waktu yang cukup rawan adalah siang hari saat pemilik rumah tengah kerja, ataupun saat malam hari ketika ditinggal salat Tarawih.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Ramadan 2018 lalu terdapat sejumlah aksi kejahatan pencurian rumah kosong di beberapa titik. Khusus di Sragen, sempat terjadi di daerah Jati, Sumberlawang, Kecamatan Gondang, lalu di Desa Mlale, Kecamatan Jenar. Kemudian ada juga di Desa Karangudi dan Bandung yang ada Kecamatan Ngrampal. Kejadian serupa juga terjadi di Kecamatan Tanon, hingga di  Kecamatan Miri. Barang yang dicuri pun beragam. Mulai dari uang, perhiasan, sampai kendaraan bermotor.

Kasubag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menyampaikan akan meningkatkan kewaspadaan selama Ramadan. Dia menjelaskan anggotanya akan semakin intensif dalam melakukan patroli.

”Sebelum meninggalkan rumah untuk ibadah, kami harap mengecek ulang keamanan rumahnya. Jangan lupa kunci pintu dan jendela rumah sebelum ditinggalkan,” harapnya.

Dia menjelaskan pada waktu seperti saat ini, kebutuhan transaksi uang akan memang cukup tinggi. Penyimpanan uang di Bank bisa jadi solusi yang aman. ”Jangan menyimpan uang yang berlebihan di rumah, manfaatkanlah perbankan yang ada. Di bulan Ramadan ini pastinya banyak transaksi keuangan. Masyarakat yang mengambil uang di bank dalam jumlah besar pun kami harap minta pengawalan Polisi,” tuturnya.

Selain itu pihaknya mengingatkan untuk waspada pada aksi hipnotis. Jangan terlalu gampang tergoda dengan orang yang baru dikenal, yang menawarkan sesuatu. ”Hipnotis banyak modusnya, jadi hati-hati juga,” ujar AKP Agus Jumadi. (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia