Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Klaim Partisipasi Pemilih 78 Persen, Bawaslu Kritisi Administrasi

07 Mei 2019, 17: 27: 22 WIB | editor : Perdana

RAMPUNG: Pleno rekapitulasi penghitungan suara KPU Sukoharjo.

RAMPUNG: Pleno rekapitulasi penghitungan suara KPU Sukoharjo. (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Persentase partisipasi pemilih Pemilu 2019 di Kota Makmur cukup menggembirakan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat menyatakan tembus 78 persen.

Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda menuturkan, dalam satu tempat pemungutan suara (TPS), kerusakan surat suara tidak lebih dari delapan surat suara. “Partisipasi pemilih sekitar 78 persen. Terkait tahap selanjutnya (setelah pleno rekapitulasi penghitungan suara, Red), kami akan mengikuti rekapitulasi tingkat Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya kemarin (6/5).

Hasil pleno KPU Sukoharjo menetapkan pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengantongi 424.891 suara, sedangkan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto–Sandiaga Uno mendapatkan 127.224 suara. 

Sementara itu, saat pleno, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo memberikan sejumlah catatan. Seperti, kurangnya pemahaman terhadap data daftar pemilih tetap (DPT) pemilih tambahan, dan sebagainya. 

”Kami soroti persoalan administrasi. Kalau untuk (perolehan, Red) suara memang tidak ada pergeseran,” terang Ketua Bawaslu Sukoharjo Bambang Muryanto. 

Dia menyebut dari 12 kecamatan, sepuluh kecamatan di antaranya datanya tidak sinkron. Tapi, hal tersebut telah diselasaikan saat pleno.

Di lain sisi, selama pleno KPU Sukoharjo, polres mengerahkan sebanyak 25 personel untuk melakukan pengamanan. Tidak ditemukan kejadian menonjol. Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengapresiasi peran semua pihak yang ikut menjaga kondisivitas wilayah. (yan/wa)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia