Selasa, 18 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Harga Merangkak Naik, Pemkot Siapkan Operasi Pasar

08 Mei 2019, 09: 05: 59 WIB | editor : Perdana

TERUS DIPANTAU: Tim gabungan dari TPID dan Disdag Kota Solo menggelar sidak memantau harga-harga kebutuhan pokok di Pasar Gede Solo.

TERUS DIPANTAU: Tim gabungan dari TPID dan Disdag Kota Solo menggelar sidak memantau harga-harga kebutuhan pokok di Pasar Gede Solo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Naiknya sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional langsung disikapi Pemkot Surakarta. Bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta, kemarin digelar inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek harga-hara di tiga pasar, yakni Pasar Gede, Pasar Legi, dan Pasar Nusukan. 

Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA) Bank Indonesia (BI) Surakarta Bakti Artanta mengatakan, sesuai tren inflasi empat tahun ke belakang selalu tinggi pada momen Ramadan dan Lebaran. Dengan adanya sidak ini sekaligus untuk mapping kebutuhan apa saja yang harus di perhatikan ke depannya. 

“Kran impor bawang putih sudah mulai dibuka. Kini harga bawang putih sudah turun menjadi Rp 50-55 ribu per kilogram dibanding sebelumnya Rp 70 ribu per kilogram,” ujar Bakti kemarin.

Kondisi ini menjadi angin segar bagi semua pihak. Sebab, dalam beberapa hari terakhir bawang putih menjadi andil terbesar dalam memicu inflasi di Kota Solo. Gradasi harga pasti ada. Kalaupun masih ada pedagang menjual bawang dengan harga mahal kemungkinan itu stok lama. “Kalau stok baru pasti sudah turun, karena dari supplier sudah turun,” jelas Bakti di sela sidak di Pasar Gede Solo, kemarin (7/5).

Antisipasi kenaikan harga lebih tinggi, Bakti menambahkan, sesuai dengan arahan dari Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo, operasi pasar akan dilakukan setiap empat hari sekali di masing-masing kecamatan di Kota Solo. Selain itu, rencananya juga akan ada operasi di tiga pasar, yaitu Pasar Gede, Pasar Legi, dan Pasar Nusukan setiap Senin dan Selasa. Namun, pihaknya masih melakukan survei terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagiyo menambahkan, terkait impor bawang putih, pemkot sudah mengajukan permintaan ke Pemprov Jateng sebanyak 14 ton untuk periode Ramadan 2019. Jumlah pasokan tersebut terbilang lebih tinggi hingga dua kali lipat dibandingkan bulan-bulan biasa. Diharapkan sampai Lebaran harga komoditas, khususnya bawang putih bisa terkendali semuanya. 

“Bawang putih jenis kating ini masih jadi primadona, dibandingkan sinco. Padahal sinco sendiri lebih murah, sekitar Rp 30 ribu per kilogram. Tapi konsumen banyak memilih kating karena rasanya lebih enak. Meski sudah dibuka kran impor bawang putih, harga masih fluktuatif. Kami akan terus berupaya mengendalikan semua harga. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya. (gis/bun)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia