Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Lakukan Politik Uang, Caleg Partai Gerindra Dituntut 5 Bulan Penjara

08 Mei 2019, 11: 05: 59 WIB | editor : Perdana

TENANG: Caleg DPR RI Gerindra Nur Rochmi Kurniasari hadapi sidang di PN Sukoharjo.

TENANG: Caleg DPR RI Gerindra Nur Rochmi Kurniasari hadapi sidang di PN Sukoharjo. (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Gerindra Nur Rochmi Kurnia Sari dituntut 5 bulan penjara dengan denda 10 juta subsider 2 bulan kurungan. Sidang tuntutan terkait kasus dugaan money politics dan kampanye di tempat ibadah tersebut digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo kemarin (7/5).

Tuntutan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Risza Kusuma dan Nanang Priyanto. Sementara sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Indriani dan dua hakim anggota Eni Kusumawati dan Sunardi. Caleg daerah pemilihan (Dapil) V Jateng (Solo, Klaten, Boyolali dan Sukoharjo) tersebut telah melanggar pasal 521 junto 280 huruf H UU RI no 7 tahun 2017 tentang pemilu.

Barang bukti yang dirampas untuk negara berupa foto lembar kegiatan kampanye di masjid, 1 buah kalender, dan specimen surat suara DPR RI beserta amplop warna putih dan uang Rp 300 ribu.

Menanggapi tuntutannya tersebut, Nur Rochmi Kurnia Sari mengatakan, tuntutan tersebut dinilai terlalu berat. Sebab, kondisinya saat ini masih memiliki anak usia 26 hari. Selain itu, selama menjalani proses hukum pihaknya juga kooperatif. ”Money politics tidak terbukti, hanya satu tuntutan terkait larangan di tempat ibadah. Jadi untuk lima bulan itu terlalu tinggi,” papar dia.

Pihaknya mengetahui adanya larangan kampanye di tempat ibadah. Namun, tidak mengetahui sanksi pidana kurungan. Menurut dia, hal kemanusiaan bisa menjadi pertimbangan majelis hakim untuk memutuskan perkara ini. Intinya sanksi kurungan masih terlalu berat.

Sementara itu, pengacara terdakwa Ratno Agustiyo Hutomo siap melakukan pembelaan pada sidang selanjutnya. ”Kami akan mengusahakan mendapat putusan percobaan. Kami melihat dulu sampai proses persidangan selesai di pengadilan negeri,” papar dia.  

Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sukoharjo Rochmad Basuki mengatakan, agenda ke depan masih ada pledoi dan beberapa sidang. Putusan terhadap kasus ini rencananya digelar Jumat (10/5). ”Soal tuntutan itu semuanya ada pada jaksa. Kami mengawal saja karena semua juga harus dilaporkan,” papar dia.

NR diketahui menggelar kampanye di sebuah masjid di Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura saat pertemuan dengan ibu-ibu PKK membahas bank sampah. Pada akhir acara, NR diduga mengajak dan mengarahkan memilih calon tertentu serta memberikan sejumlah uang kepada peserta yang hadir. (yan/bun)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia