Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Ratusan Orang Terjangkit Demam Berdarah 

08 Mei 2019, 13: 05: 59 WIB | editor : Perdana

CEGAH DINI: Petugas melakukan fogging di salah satu desa yang terindikasi demam berdarah.

CEGAH DINI: Petugas melakukan fogging di salah satu desa yang terindikasi demam berdarah. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Kasus demam berdarah kian mengkhawatirkan. Di Karanganyar, selama Januari-Mei ini setidaknya 333 orang positif terjangkit DBD. Sementara di Wonogiri, sampai Februari terdapat 117 penderita kasus yang sama.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar Rita Ratna Sari Dewi mengatakan, ada 535 orang sebelumnya diduga terjangkit DBD. Dari jumlah tersebut, 333 orang dinyatakan positif DBD. 

“Yang positif DBD ada 333 kasus, dan 13 orang masuk dalam dengue shock syndrome (DSS). Sementara tiga diketahui meninggal dunia,” terang Rita.

Diungkapkan Rita, kejadian tersebut menyebar di 17 kecamatan. Termasuk di Kecamatan Tawangmangu dan Jatiyoso yang notabene wilayah dingin tak luput juga menjadi salah satu wilayah yang terkena penyakit DBD.

“Merata hampir di semua daerah. Kalau di daerah dingin itu kemungkinan karena yang bersangkutan itu main ke wilayah lain, kemudian dirawatnya di puskesmas di daerah asal tempat tinggalnya,” terangnya.  

Dinkes minta masyarakat yang daerahnya terdapat korban DBD agar tidak langsung meminta fogging. Langkah pertama adalah menghilangkan jentik-jentik nyamuk dengan cara pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Karena kalau kita fogging itu hanya akan membasmi indukannya saja, sementara jentik-jentik di sejumlah kubangan itu tidak akan bisa mati. Makanya kami terus sosialisasikan agar masyarakat bertindak cepat menerapkan PSN,” tambah Kepala Dinkes Karanganyar Cucuk Heru Kusumo

Kasus DBD juga menyerang wilayah Wonogiri. Seorang pelajar meninggal dunia karena penyakit ini. Beberapa hari sebelumnya di lingkungan sekitar warga juga mengalami demam, namun sembuh setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri Adhi Dharma mengatakan bahwa Rayvananda Brian Pras, 12, warga Lingkungan Jarum, Kelurahan Kayuloka, Kecamatan Sidoharjo meninggal Senin (6/5). Diduga kuat dia meninggal karena demam berdarah.

“Dia mengalami demam sejak Kamis lalu (2/5). Kemudian baru dibawa ke rumah sakit Senin (6/5) tapi nyawanya tidak tertolong. Rabu besok (hari ini) akan kami fogging,” kata Adhi Dharma, Selasa (7/5). 

Hingga Februari 2019, di Wonogiri sudah ada 117 orang mengalami demam dengue. Sedangkan yang positif DBD ada 19 orang, sementara 2 orang alami dengue shock syndrome (DSS). Satu di antaranya meninggal dunia. 

Terpisah, Camat Sidoharjo Mulyono mengatakan bahkan korban meninggal adalah anak disabilitas. Bersekolah di SLB di Ngadirojo. Sebelumnya di lingkungan sebelah sudah ada yang menderita demam sampai dirawat di rumah sakit.

“Di lingkungan Sindon ada beberapa yang opname karena demam. Lalu digalakkan PSN. Tapi serangan justru yang di Lingkungan Jarum,” kata Mulyono. (rud/kwl/bun)

(rs/rud/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia