Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Polisi Meninggal saat Jaga Kantor KPU

08 Mei 2019, 14: 54: 11 WIB | editor : Perdana

DIDOAKAN: Aipda Anumerta Salip saat disemayamkan di rumah duka.

DIDOAKAN: Aipda Anumerta Salip saat disemayamkan di rumah duka. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN - Seorang anggota Polres Sragen meninggal dunia setelah bertugas menjaga keamanan dan pengamanan pemilihan umum (Pemilu) 2019. Aipda Anumerta Salip, 56, mendapat serangan jantung saat bertugas dinas jaga di kantor komisi pemilihan umum (KPU) Senin (6/5) malam.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menyampaikan,  Salip adalah anggora kepolisian yang selalu bersemangat dalam bertugas. Termasuk saat ditugaskan untuk menjaga keamanan pemilu.

”Beliau sebenarnya tidak bertugas, namun menggantikan anggota lainnya. Karena beliau meninggal saat bekerja dengan surat perintah, almarhum dinyatakan gugur dalam tugas,” tutur Yimmy Selasa (7/5). 

Kasubag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi menambahkan, almarhum Salip yang sebelumnya berpangkat bripka, kemudian dinaikkan setingkat lebih tinggi menjadi Aipda Anumerta Salip. Dia merupakan anggota Urkes Bag Sumda Polres Sragen.

Diceritakan Agus, awalnya pada Senin (6/5) pukul 19.30, Salip masuk dinas siaga jaga di KPU Sragen. Dia bertugas bersama 16 personel Polres Sragen lainnya. Selama melaksanakan dinas jaga, tidak ada keluhan apapun terkait kondisi kesehatan.

Sekitar pukul 21.00, Panwas melakukan pengecekan ke KPU Sragen. Saat itu, seluruh personel yang dinas dalam keadaan sehat dan lengkap. Tetapi sekitar pukul 22.00, Salip mulai batuk-batuk dan oleh rekan-rekannya disarankan untuk beristirahat. Namun, dia menolak dan meneruskan tugas.

”Sekitar pukul 23.30, batuknya semakin parah. Selanjutnya, minta untuk diantar ke rumah sakit. Salip diantar oleh Aiptu Agung, anggota dari Satreskrim dan Aipda Agus, anggota Sarpras dengan mobil ke RS Amal Sehat Sragen,” tutur Agus.

Pukul 23.50 tiba di RS Amal Sehat Sragen dan langsung dilakukan penanganan oleh dr Joko Daryanto beserta tim medis. Sekitar pukul 00.50 tim dokter menyatakan bahwa Salip telah meninggal dunia.

” Jenazah disemayamkan di rumah duka di Kelurahan Plumbungan RT/RW 10/04 Kecamatan Karangmalang. Pemakaman secara dinas kepolisian dilaksanakan Selasa(7/5) di TPU Plumbungan,” terang Kasubag Humas.

Sementara itu, sedikitnya sudah ada 25 petugas pemilu di Sragen mengalami sakit. Mereka terdiri dari petugas kelompok penyelenggara pemilihan suara (KPPS), panitia pemungutan suara (PPS) di tingkat desa atau kelurahan, panitia pemilihan kecamatan (PPK), serta petugas kesekretariatan. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia