Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Kendaraan Pribadi Diprediksi Melonjak, Tambah Rest Area

09 Mei 2019, 08: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Kendaraan Pribadi Diprediksi Melonjak, Tambah Rest Area

KESELAMATAN mudik harus benar-benar diperhatikan. Terutama bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Dari penelitian Balitbang Perhubungan pada April 2019, menunjukkan pemudik yang memakai mobil pribadi dari wilayah Jabodetabek sebesar 4.300.346 orang (28,9 persen).

“Dari jumlah itu sebanyak 1.000.080 mobil paling banyak memilih jalan Tol Trans Jawa,  yakni 399.962 mobil atau 40 persen. Tol Trans Jawa memang banyak jadi pilihan utama pemudik tahun ini,” ujar Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno. 

Sisanya memilih jalur pantura 273.418 mobil (27,3 persen), jalan alternatif 119.883 mobil (12 persen), Trans Sumatera (bagi yang arah Sumatera) 88.335 mobil (8,8 persen), jalur pansela 84.830 mobil (8,5 persen) dan jalan lintas tengah Jawa 33.651 mobil (3,4 persen)

“Keselamatan pemudik harus mendapat perhatian. Meskipun pada saat mudik Lebaran, angka kecelakaan menurun hingga 30 persen dibanding biasanya,” ujarnya.

Djoko mengatakan, potensi pecah ban bisa lebih tinggi. Oleh sebab itu, setiap pemudik yang lewat tol disarankan sebaiknya antara 2-3 jam perjalanan agar beristirahat. Meski pengemudi bergantian, namun kondisi kendaraan harus tetap dijaga agar tetap prima. 

“Kendaraan perlu istirahat sejenak. Permukaan jalan tol rigid pavement yang tidak dilapiskan aspal membuat ban cepat aus dan panas,” ujarnya. 

Kesiapan kendaraan dan pengemudi yang prima untuk perjalanan jarak jauh bisa mengikuti beberapa tips yang sudah dikeluarkan oleh beberapa perusahaan otomotif atau komunitas. Penambahan rest area di luar tol dekat gerbang tol lebih memungkinkan untuk mengantisipasi akan banyaknya pemudik yang ingin beristirahat sejenak. 

“Sebaiknya diberi kemudahan dan keringanan biaya jika akan masuk tol di gerbang yang sama jika ada pemudik yang mau beristirahat di rest area dekat gerbang tol,” katanya. 

Rest area tersebut dapat difasilitasi pemerintah daerah setempat. Sebab, keberadaan rest area di sepanjang tol tidak akan mampu memenuhi semua pemudik lewat tol. Karena dalam kondisi anomali. Perhitungan kebutuhan jumlah rest area di tol berdasar kebutuhan arus kendaraan normal lewat tol. 

Pemudik yang menggunakan sepeda motor juga diimbau setiap satu jam beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuh. Pemerintah dapat mengeluarkan larangan membawa anak-anak, tidak lebih dari dua orang dan bawa barang berlebihan. “Penggunaan angkutan barang  mengangkut orang juga harus dilarang. Ini demi keselamatan penumpang di jalan raya,” ujarnya. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia