Minggu, 16 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Guntur Aji Saputro, Pemain U-15 yang Lolos Ikuti Training ke Jepang

09 Mei 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Guntur Aji Saputro, Pemain U-15 yang Lolos Ikuti Training ke Jepang

Boleh saja kalah di satu pertandingan. Namun Guntur Aji Saputro merasa menjadi pemenang, sebab namanya masuk dalam pemain sepak bola yang dipanggil untuk training camp di Jepang. Bagaimana kisahnya?

IRAWAN WIBISONO, Solo

RAMADAN tahun ini Guntur Aji Saputro tak bisa menikmati buka bersama keluarga di Indonesia. Sebab, pria yang baru lulus dari SMP ini harus terbang ke Jepang 9 Mei mendatang. Anak ke dua dari tiga bersaudara ini terpilih menjadi satu dari beberapa anak Indonesia yang mengikuti kursus singkat sepak bola di Negeri Sakura. 

Guntur, begitu dia disapa, terlalu sering mengikuti turnamen sepak bola usia dini. Lahir di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Jogjakarta pada 2004, dia kerap bermain bola dengan anak kampungnya. Kelas 3 sekolah dasar, turnamen lokal di Jogja menjadi debutnya. Namun timnya harus pupus di fase delapan besar.

“Cara main saya masih ngawur. Masih kelas 3 SD. Kalah sama tim bagus, SSB Binangun Putra,” kenangnya.

Melihat tim lawan dengan materi dan teknik yang lebih baik membuat Guntur termotivasi untuk berlatih lebih giat. Dia akhirnya mendaftar ke SSB yang mengalahkannya tersebut. Banyak pelajaran yang didapat dari SSB tersebut. Permainannya pun terus meningkat. Bahkan berkat kemampuannya menggocek si kulit bundar, SSB tersebut dapat berbicara banyak di beberapa turnamen.

“Saya bisa striker maupun sayap, tapi lebih senang sayap karena bisa melewati lawan yang banyak,” ujar penyuka bakso dan mi ayam ini.

Diakui, cara bermain sepak bola yang dahulu seadanya kini lebih tertata dengan teknik yang didapat. Hingga duduk di sekolah menengah pertama, Guntur masih aktif mengikuti kompetisi. Puncaknya saat dia bersama tim SMP di kota kelahirannya mengikuti Galasiswa Nasional. Dia harus rela tersingkir di babak delapan besar. Sedih, pasti. Namun ada satu kejutan saat itu.

“Saya dipanggil untuk masuk tim scouting training camp di Jepang. Nanti tanggal 9 Mei berangkat sampai sebulan penuh,” ujarnya.

Akhir pekan lalu pengagum Kun Aguero ini dinyatakan lulus SMP dan dilepas oleh pihak sekolah untuk berangkat ke Jepang. Tak hanya itu, dia juga akan mengikuti berbagai pertandingan dan uji coba di Barcelona, Portugal dan Tiongkok.“Saya ingin berkarir lebih di sepak bola. Saya ingin masuk timnas Indonesia,” ujar pemain U15 ini.

Keinginnanya itu mendapat dukungan penuh orang tua. Seluruh kebutuhan untuk sepak bola diakui diberikan oleh orang tua. Dia ingat saat pertama kali dibelikan sepatu untuk bermain sepak bola. Tak pilih-pilih, dia hanya memilih sepatu hanya berdasarkan warna. “Dulu pakai sepatu Ardiles beli di pasar harganya Rp 76.990. Dulu belum tau merek-merek begitu. Asal milih saja,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, Guntur mendapat pundi-pundi uang yang relatif besar. Sepatu yang dia kenakan pun kini dari merek dunia dengan harga jutaan. Setelah melanglang buana ke negeri orang, dia ingin kembali bermain di tanah air. Dia ingin menjadi bagian dari PSIM, klub asli Jogja yang menjadi tim impiannya. (*/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia