Jumat, 18 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Features

ACT Bagikan 500 Paket Berbuka Puasa untuk Palestina 

11 Mei 2019, 10: 05: 59 WIB | editor : Perdana

BANTU SESAMA: Tim ACT bagikan iftar kepada anak-anak di Johr Al Deek, wilayah Gaza Tengah, Senin (6/5).

BANTU SESAMA: Tim ACT bagikan iftar kepada anak-anak di Johr Al Deek, wilayah Gaza Tengah, Senin (6/5). (ACT FOR RADAR SOLO)

Share this      

GAZA – Sejak hari pertama Ramadan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berupaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Palestina hingga akhir Ramadan. Senin (6/5) lalu, puluhan anak di lapangan Johr Al Deek, wilayah Gaza Tengah berkumpul menerima paket iftar ACT.

Senyum anak-anak Palestina menjadi bukti nyata ACT terus membersamai warga Palestina di tengah kecamuk perang di bulan Ramadan ini. Sebanyak 500 paket iftar pun telah didistribusikan kepada 500 warga yang tersebar di sekitar Gaza, yakni di Al Amreekiya dan Al Qarya Al Badawiya.

Pasca serangan yang didaratkan Israel ke Palestina dua malam sebelum Ramadan, kondisi Ramadan terasa tidak bersahabat. Walau kondisi terasa tidak bersahabat, Andi Noor Faradibadaritim Global Humanity Response (GHR)-ACT mengatakan, selama Ramadan akan ada paket makanan siap santap yang dibagikan setiap sahur dan berbuka puasa.

“Paket iftar ini kami distribusikan langsung dari dapur umum Indonesia di Gaza. Insya Allah ACT akan terus melakukan rangkaian distribusi iftar bersamaan dengan distribusi paket sahur selama Ramadan ini di Gaza. Penerima manfaat dari pembagian iftar kali ini adalah masyarakat prasejahtera yang tinggal di Gaza,” ujarnya. 

Paket-paket yang diberikan pada awal Ramadan itu terdiri dari nasi dan ayam, serta beberapa makanan lain untuk menunjang nutrisi mereka, seperti buah dan jus.

“Ramadan ini menjadi Ramadan yang berat buat warga Palestina, khususnya di Gaza. Serangan dari Israel memang seolah tidak mengambil jeda. Bahkan ketika bulan suci tiba. Dua malam menjelang bulan Ramadan, Israel menjatuhkan serangan udara di 13 titik di Gaza. Selain menyasar penduduk yang sangat membutuhkan, kami juga memberikan sajian sahur ini untuk para lansia di sebuah rumah jompo di Gaza,” tambah Faradiba.

Al Jazeera mencatat 26 korban jiwa dalam serangan tersebut. Diperkirakan dua orang dari 26 korban jiwa itu merupakan anak-anak yang masih berusia balita. Sementara dilaporkan juga oleh ANTARA, sebanyak 177 orang luka, dan 135 rumah rusak akibat dari serangan lalu.

Sedangkan Septi Endrasmoro selaku kepala cabang ACT Solo mengatakan, program ACT untuk Palestinamerupakan program yang memang terus harus diperhatikan.

Masyarakat memerlukan edukasi terhadap informasi ter-up-date akan kondisi yang terjadi di Palestina. “Saat ini Solo masih mengadakan roadshow syeikh dari Palestina. Harapannya ialah masyarakat bisa ter-edukasi terkait dengan kondisi Palestina saat ini, serta berupaya membangkitkan peran masyarakat terhadap penyikapaan atas penderitaan yang di alami warga muslim Palestina,” tambah Septi. (wa)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia