Minggu, 16 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Harga Komoditas Pangan Merangkak Naik

11 Mei 2019, 11: 10: 59 WIB | editor : Perdana

NAIK HARGA: Penjual beras di Pasar Bunder Sragen tengah menjajakkan jualannya.

NAIK HARGA: Penjual beras di Pasar Bunder Sragen tengah menjajakkan jualannya. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Memasuki hari ke lima bulan puasa Ramadan, harga komoditas di pasar tradisional mulai naik. Salah satunya apa yang terjadi di Pasar Bunder Sragen. Hampir semua barang kebutuhan pokok meningkat harganya. 

Menurut penuturan warga pasar, kenaikan harga sudah terasa sejak memasuki puasa hari pertama. Seperti telur sebelum mengalami kenaikan harganya hanya Rp 20 ribu/kg, tetapi saat ini sudah mencapai Rp 24 ribu/kg.  Kenaikan juga dirasakan dalam pembelian daging ayam, yang juga mengalami kenaikan. Sebelum mengalami kenaikan harga semula Rp 30 ribu/kg, sekarang menjadi Rp 32 ribu/kg.

Untuk beras dari segala jenis juga mengalami kenaikan  Rp 500.  Harga ini diperkirakan para pedagang akan naik lagi setelah mendekati Lebaran.  

Meski rata-rata harga komoditas kebutuhan pokok naik, namun harga bawang merah dan bawang putih malah mengalami penurunan. Harga bawang merah sebelumnya Rp 34 ribu/kg, kini menjadi 24 ribu/kg. Sedangkan bawang putih sebelumya Rp 36 ribu/kg, sekarang hanya Rp 23 ribu/kg.

Salah satu pembeli Maryatun, berharap harga kembali normal seperti biasa. Ini agar masyarakat yang tidak memiliki penghasilan, tetap mampu membeli kebutuhan seperti telur dan daging ayam selama Ramadan ini. ”Sudah biasa kalau puasa dan mau Lebaran pasti naik, tapi kami berharap harga tetap murah,” keluhnya.

Sementara itu penjual daging ayam di Pasar Bunder, Tinuk mengatakan meski harga naik namun tidak mempengaruhi penjualan. Ini karena masyarakat sudah memaklumi, jika mendekati Lebaran semua harga akan mengalami kenaikan.

Sedang Katmawati pedagang telur menjelaskan harga telur sejak empat hari lalu mengalami kenaikan cukup signifikan. Kenaikan tidak tanggung-tanggung, sekitar  Rp 3.000 perkilonya. ”Meski ada kenaikan cukup signifikan, namun tidak mempengaruhi penjualan. Karena masyarakat tetap membutuhkan telur,” bebernya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen Untung Sugihartono menyampaikan sesuai hasil Rapat Koordinasi Ekonomi, Keuangan dan Industri Daerah (Rakor Ekuinda), secara perhitungan kebutuhan pokok tercukupi di Sragen. Baik itu beras, daging sapi dan daging ayam.

”Kalau ada kenaikan itu wajar karena kebutuhan masyarakat meningkat,” jelas dia.

Dia menjelaskan dari Disperindag sudah mengusulkan ke Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), untuk dilakukan monitoring ke lapangan, agar memastikan stok tercukupi di masyarakat. (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia