Jumat, 18 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Features

Merasakan Pengalaman Ramadan di Bangkok, Thailand

11 Mei 2019, 12: 10: 59 WIB | editor : Perdana

LIBURAN: Sintia Putri Pradita saat di Ayuttaya, Thailand

LIBURAN: Sintia Putri Pradita saat di Ayuttaya, Thailand

Share this      

Kali pertama menginjakkan kaki di negeri orang, toko makanan halal sudah pasti menjadi perburuan utama bagi umat muslim. Terlebih saat Ramadan ini. Di Bangkok, Thailand, hanya segelintir toko yang menyediakan makanan berlabel halal.

SOAL cuaca, dan lingkungan bukan jadi halangan untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan di Bangkok. Justru mencari makanan halal yang selama ini dirasa berat. Inilah yang dilakukan Sintia Putri Pradita dalam menjalani puasa Ramadan di Negeri Gajah Putih itu. Dua tahun terakhir, mahasiswi S2 Agro-Industrial Technology Management, Kasesart University ini selalu kesulitan berburu makanan halal untuk sekadar sahur dan berbuka.

“Sulit mencari toko yang menjual makanan halal. Semua yang dimakan di sana pokoknya bermodal bismillah aja,” katanya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Di Bangkok, semua bahan makanan yang dijual tercampur antara makanan halal dan non halal. Bahkan di bagian daging pun tidak dipisahkan antara daging halal dengan pork atau babi. Untuk membedakannya harus ada logo halal.

“Ya bismillah saja. Kan kita engga tahu dari distributor daging ke supermarket prosesnya seperti apa. Jadi ya kita cuma percaya sama logo halal aja,” bebernya.

Sintia menyebut untuk mendapatkan logo halal di Bangkok cukup sulit. Itulah alasan jarangnya makanan berlogo halal di sana. Terlebih jika sudah berada di luar Bangkok. Makanan halal semakin langka didapatkan.

“Mungkin jumlahnya sedikit dan itu-itu aja makanannya. Biasanya orang muslim Thailand juga jualan, tapi sebentar saja jualannya hanya sampai Isya. Itu pun sering libur juga kalau puasa. Jadi agak sulit kalau buat teman-teman yang engga ada waktu masak,” jelasnya.

Sintia biasa membeli makanan jadi di minimarket. Hanya saja pilihan makanannya tidak banyak. Jadi pilihannya memasak sendiri sekaligus mengobati kangennya dengan Indonesia.

“Ada satu tempat makan halal yang jualan masakan Thailand. Seperti warteg, tapi kebanyakan yang dijual ayam goreng sama ketan. Kalau di kantin kampus juga kebanyakan makanan Thai seperti kayak rote atau martabak, bakso ikan, dan sosis bakar,” tandasnya. (aya/adi)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia