Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Stok Aman, Gas Melon Tetap Diawasi 

11 Mei 2019, 19: 15: 59 WIB | editor : Perdana

BERSUBSIDI: Kebutuhan gas melon saat Ramadan hingga Lebaran meningkat dibandingkan hari biasa.

BERSUBSIDI: Kebutuhan gas melon saat Ramadan hingga Lebaran meningkat dibandingkan hari biasa. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkopukm) bersama pihak terkait memperketat pengawasan distribusi gas bersubsidi. Sebab, di lapangan rawan penyalahgunaan. 

Kepala Disdagkopukm Sukoharjo Sutarmo mengatakan, meskipun belum ada laporan kelangkaan dari masyarakat, tetap perlu dilakukan pengawasan. "Jangan sampai ada usaha besar dan orang kaya malah pakai gas ukuran tiga kilogram. Apalagi pada Ramadan ini kebutuhan masyarakat terkait gas cukup tinggi,” katanya, Jumat (10/5).

Pengawasan, lanjut Sutarmo, dilakukan dengan mengerahkan tim untuk turun langsung ke agen dan distributor. Merekalah yang bersentuhan langsung dengan konsumen.

Kasus pada tahun sebelumnya, ditemukan restoran nekat menggunakan gas ukuran tiga kilogram. Dan untuk saat ini, belum ada laporan fenomena serupa. "Kita sudah tegaskan ada sanksi bagi mereka melanggar aturan," ujar Sutarmo.

Sekadar informasi, kuota gas melon di Sukoharjo mengalami kenaikan sebanyak 685.072 tabung. Yakni pada 2018 kuota hanya 9.786.736 tabung. Kini menjadi 10.471.808 tabung. Jatah tersebut diprediksi sudah mencukupi kebutuhan masyarakat. ”Kita sudah koordinasi dengan pihak terkait stok gas. Bagus ada penambahan kuota,” jelasnya.

Untuk proses distribusi, di Kota Makmur terdapat 13 agen dan 1.134 pangkalan yang tersebar di 12 Kecamatan. Sutarmo berharap, masyarakat mematuhi penggunaan gas melon yakni hanya bagi warga kurang mampu. (yan/wa)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia