Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Peduli Lingkungan, Bangun Masjid dari Sedotan Bambu

11 Mei 2019, 22: 10: 24 WIB | editor : Perdana

UNIK: Karyawan hotel menyelesaikan pembuatan miniatur replika masjid berbahan sedotan bambu di Hotel Novotel Solo, Kamis (9/5).

UNIK: Karyawan hotel menyelesaikan pembuatan miniatur replika masjid berbahan sedotan bambu di Hotel Novotel Solo, Kamis (9/5). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

BERBAGAI upaya dilakukan sejumlah pihak untuk menekan tingkat pencemaran lingkungan. Seperti Novotel Solo Hotel yang membuat replika masjid berbahan dasar sedotan bambu.

Replika masjid tersebut berukuran lebar 1,5 meter, luas 3 meter dan tinggi 2,5 meter. Uniknya, seluruh sisi masjid tersebut disusun dari sedotan bambu sebanyak 4.200 batang.

E-commerce Marketing Novotel Solo Hotel, Indah Ayu Kusumastuti mengatakan, proses pembuatan masjid sedotan bambu ini hanya menghabiskan waktu selama lima hari. Pengerjaan dilakukan oleh crew hotel. Mulai dari design sampai menyusun ribuan sedotan bambu menjadi sebuah bangunan masjid.

“Lewat masjid ini, kami ingin mengedukasi masyarakat Kota Solo, khususnya pengunjung hotel tentang bahaya pencemaran lingkungan bagi bumi,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Ayu, sapaan akrabnya, menjelaskan pencemaran lingkungan didominasi oleh sampah plastik. Nah, belum banyak masyarakat yang mengetahui bahwa sedotan bambu bisa digunakan sebagai alternatif pengganti sedotan plastik.

Ia menyebut penggunaan sedotan bambu relatif lebih aman untuk kehidupan sehari-hari. Sebab, sedotan bambu bisa didaur ulang dan ramah lingkungan. Edukasi inilah yang ingin disampaikan pihak Novotel Solo Hotel melalui berdirinya masjid sedotan bambu selama bulan Ramadan ini.

“Di depan masjid, akan kami pasang sign board yang berisi keterangan maksud dari masjid sedotan bambu ini. Agar pengunjung bisa membaca dan unsur edukasinya sampai ke pengunjung,” sambungnya.

Masjid ini akan berdiri selama sebulan Ramadan hingga 8 Juni mendatang. Meski baru beberapa hari, masjid sedotan bambu ini banyak menarik perhatian pengunjung hotel. Mereka antusias melihat dari dekat.

“Setiap tamu yang masuk hotel pasti selalu bertanya. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya masyarakat sudah mulai aware dengan isu lingkungan. Hanya tinggal penyampaiannya saja yang menarik,” tandasnya. (aya/adi)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia