Senin, 16 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Dua Orang Tewas Tertimbun Longsor Galian Pasir

12 Mei 2019, 08: 35: 59 WIB | editor : Perdana

BERBAHAYA: Gua sisa penggalian pasir di Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo yang dijadikan tempat istirahat dua penambang rata dengan tanah akibat longsor kemarin (11/5).

BERBAHAYA: Gua sisa penggalian pasir di Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo yang dijadikan tempat istirahat dua penambang rata dengan tanah akibat longsor kemarin (11/5). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Maksud hati berteduh di gua sisa penambangan pasir sebelumnya, Trianto, 35, dan Tono, 32, warga Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo malah menjemput maut. Keduanya tewas tertimbun longsor tebing setinggi enam meter di desa setempat kemarin (11/5).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00. Siang itu, Trianto dan Tono yang merupakan penambang pasir manual beristirahat setelah sejak pagi mengeruk pasir dengan alat tradisional.

Nahas, gua tempat mereka beristirahat runtuh akibat tebing setinggi enam meter di sekitarnya longsor. Saat kejadian, Moh. Ariyanto, 47, yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian mendengar suara gumuruh.

“Saya sedang benahi listrik di rumah. Tiba-tiba ada suara gemuruh dan suara mak blek dari arah galian pasir manual. Saya langsung memeriksanya,” ujarnya.

Ariyanto melihat gua sisa penggalian pasir sebelumnya sudah rata dengan tanah. Yang membuat trenyuh, Trianto dan Tono ikut tertimbun material longsor berupa pasir dan batu. Saksi kemudian meminta tolong warga lainnya untuk mengevakuasi korban.

"Kegiatan penambangan pasir manual ini sering diingatkan warga lainnya. Kalau setelah menambang, jangan berteduh di gua sisa galian, atau jangan membuat gua saat menambang,” terang dia. 

Kapolsek Cepogo AKP Marjoko melalui Kanitreskrim AIPTU  Irawan Wijaya mengatakan, hasil penyelidikan, Trianto dan Tono meninggal di lokasi kejadian. Jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Di hari yang sama, kecelakaan terjadi di Jalan Raya Matesih-Tawangmangu melibatkan Mitsubhisi L300 pikap nomor polisi AD 1921 OZ yang dikemudikan Wahyu Januarto, 25, warga Kalisoro, Tawangmangu dengan Honda Beat AD 3007 AOF. 

Akibatnya pengendara sepeda motor Teguh Wiyono, 38, warga Tugu, Jumantono meninggal dunia di lokasi kejadian. Kasat Lantas Polres Karanganyar AKP Faris Budiman melalui Kanit Laka Iptu Sutarno menjelaskan, kecelakaan bermula ketika pikap melaju dari Matesih menuju Tawangmangu.

Dari arah berlawan  datang Honda Beat. Diduga, di jalan menikung, pengendara motor melaju terlalu ke kanan sehingga menabrak pikap. “Pengendara motor terseret mobil sejauh beberapa meter dan meninggal di lokasi kejadian. Kendaraan yang terlibat kecelakaan kami amankan. Sopir mobil telah diperiksa,” terangnya. (wid/rud/wa)

(rs/wid/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia