Selasa, 18 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Potensi Pemalsuan Uang Tinggi di Jasa Penukaran Tepi Jalan

12 Mei 2019, 13: 05: 59 WIB | editor : Perdana

MENGULAR: Pemkot imbau masyarakat tukarkan uang di lokasi resmi yang telah ditunjuk BI Solo karena terjamin keamanannya. Terlihat antrean warga pada Ramadan tahun lalu.

MENGULAR: Pemkot imbau masyarakat tukarkan uang di lokasi resmi yang telah ditunjuk BI Solo karena terjamin keamanannya. Terlihat antrean warga pada Ramadan tahun lalu. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jasa penukaran uang yang biasanya bertebaran di tepi jalan saat mendekati Lebaran. Sebab, rawan terjadi pemalsuan uang. 

Ditegaskan wali kota, sistem penukaran uang di tepi jalan sangat konvensional. Penyedia jasa hanya membawa uang dalam pecahan tertentu yang dimasukkan dalam plastik transparan. Mereka tidak menyediakan detektor uang palsu.

“Mereka kan tidak tahu kalau ada yang mau tukar ternyata uang yang dibawanya palsu. Kelihatannya untung karena ada yang tukar, ternyata ditukar dengan palsu. Bagaimana mau ngecek? Yang rugi kan masyarakat sendiri,” tegas Rudy kemarin (11/5).

Selain rawan dengan peredaran uang palsu, Rudy juga melihat keberadaan penyedia jasa penukaran uang baru di tepi jalan berpotensi menyebabkan kecelakaan. Dia mencontohkan saat pengendara tiba-tiba berhenti di lapak jasa tukar uang tanpa melihat kendaraan di belakangnya.

“Kalau (kendaraan,Red) yang belakang siap nge-rem nggak masalah. Kalau bablas kan kita nggak tahu,” imbuhnya.

Untuk itu, wali kota mengimbau masyarakat yang menukarkan uang dengan pecahan tertentu sebaiknya menggunakan jasa perbankan. Pemkot bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo membuka layanan khusus penukaran uang pekan depan di halaman Benteng Vastenburg.

“Dari seluruh perbankan ada semua. Silakan datang dan membawa uang berapa pun akan dilayani. Risiko peredaran uang palsu dapat ditekan sampai habis, keamanan juga dijamin,” tandas Rudy.

Di sisi lain, satpol PP siap melakukan penertiban penyedia jasa penukaran uang di tepi jalan. Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Surakarta Agus Sis Wuryanto menjelaskan, langkah pertama adalah pemberitahuan atau imbauan kepada penyedia jasa bahwa jasa penukaran uang di tepi jalan tidak diperkenankan.

Selanjutnya jika tidak ada respons, personel satpol PP akan melakukan penertiban. “Salah satu pelanggaran yang dilakukan adalah mengganggu ketertiban umum. Yang lain yakni adanya unsur jual beli uang,” tegas dia.

 Diberitakan sebelumnya, Kepala tim sistem pembayaran pengelolaan uang rupiah dan layanan administrasi (SPPURLA) BI Solo Bakti Artanta mengatakan, untuk wilayah Kota Bengawan, penukaran uang dilayani sejak Senin (13/5) hingga Jumat (24/5). Sedangkan kabupaten di luar Solo bisa dilakukan hingga Rabu (29/5). Masing-masing penukar uang dibatasi maksimal Rp 4,4 juta per orang.

Khusus di Kota Bengawan, bakal digelar pelayanan penukaran uang bersama di Benteng Vastenburg pada 27-29 Mei. “Kami juga mengimbau semua perbankan, BPR, BPR/S, Pegadaian, dan Kantor Pos yang sudah ditunjuk segera memasang spanduk menerima pelayanan penukaran uang,” jelasnya.

BI Solo juga menggandeng satpol PP untuk merazia jasa penukaran uang tak resmi. Demi kenyamanan dan keamanan bersama, masyarakat diminta menukarkan uang di lokasi yang telah ditunjuk BI Solo. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia