Minggu, 16 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Persis Anggap Grup Timur Lebih Enteng

12 Mei 2019, 14: 50: 59 WIB | editor : Perdana

PREDATOR BERBAHAYA: Striker Persis  Solo Hapidin (kiri) berebut bola udara dengan pemain Sriwijaya FC, dalam sebuah laga uji coba.

PREDATOR BERBAHAYA: Striker Persis  Solo Hapidin (kiri) berebut bola udara dengan pemain Sriwijaya FC, dalam sebuah laga uji coba. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pembagian grup Liga 2 2019 muncul ke publik. Di mana Persis Solo dimasukkan ke grup barat, bersanding dengan klub-klub dari Sumatera, Banten, hingga Jawa Barat.

Sedangkan PSIM Jogja sepertinya kembali dipisahkan dengan Persis Solo seperti tahun-tahun sebelumnya. Laskar Mataram (julukan PSIM) terlihat dimasukkan di grup timur, bersaing dengan klub dari Kalimantan, Papua, dan Jawa Timur.

Manajer Persis Solo menegaskan bahwa pembagian grup tersebut belum fix 100 persen. ”Belum pasti itu, masih harus nunggu keputusannya di manager meeting dahulu,” tegas Manajer Persis Solo, Setiawan Muhammad kepada Jawa Pos Radar Solo.

Pengusaha batik di Kampung Laweyan tersebut mengakui bahwa mau main di manapun Persis Solo siap. Dia mengakui bahwa Persis yang ada di tengah-tengah pulau Jawa, membuat potensi Persis sedikit sulit diprediksikan, akan masuk di grup barat atau timur.

Walaupun sejatinya dia mengakui bahwa persaingan paling berat malah akan dirasakan ketika melawan klub di grup barat.

”Hampir semua klub di daerah barat sudah mulai pembentukan jauh-jauh hari. Berbeda jauh pergerakannya dengan klub dari wilayah bagian timur, yang banyak malah hingga saat ini tak terdengar pergerakannya,” terang pria yang akrab disapa Iwan tersebut.

Hingga saat ini, ada beberapa klub Liga 2 yang memang belum melakukan pembentukan tim. Seperti Cilegon United, Perserang Serang, PSGC Ciamis, PSPS Riau, Martapura FC, Persatu Tuban, hingga PS Biak.

Persis yang akan berhome base di Stadion Wilis Madiun, yang berada di Jawa Timur, memang membuat Persis sepertinya berpotensi bermain di grup timur.

Sementara itu kompetisi Liga 2 2019 dipastikan akan diikuti 23 klub. Ini lantaran PS Mojokerto Putra (PSMP) sudah dipastikan tak bisa berkompetisi musim ini, karena tengah disanksi PSSI larangan beraktivitas selama tiga musim.

Ini karena tim asal Jatim tersebut dianggap tak menjunjung fair play saat bertanding melawan Aceh United di laga terakhir mereka di babak 8 besar Liga 2 musim lalu. PSSI beralasan tim ini enggan menang di laga tersebut.

PT Liga Indonesia (LIB) selaku operator kompetisi sudah merilis kick off Liga 2 akan digelar 15 Juni mendatang, dan akan berakhir pada Sabtu 7 Desember 2019. Format dua wilayah akan kembali diterapkan pada kompetisi profesional kasta kedua liga Indonesia ini. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia