Sabtu, 25 May 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Tanda Tanya  Besar Masa Depan Persiwi 

12 Mei 2019, 16: 55: 59 WIB | editor : Perdana

TAK JELAS NASIBNYA: Laga antara Perisku Kudus (jersey putih) melawan Persiwi Wonogiri di Stadion Wergu Wetan 4 Mei lalu.

TAK JELAS NASIBNYA: Laga antara Perisku Kudus (jersey putih) melawan Persiwi Wonogiri di Stadion Wergu Wetan 4 Mei lalu. (INSTAGRAM PERSIKU KUDUS)

WONOGIRI – Kabar Persiwi Wonogiri batal mendaftarkan diri muncul. PSSI Jateng belum merilis daftar peserta resmi, namun hingga malam  kemarin, nama Persiwi belum muncul sebagai peserta yang sudah mendaftarkan diri secara resmi.

Manajer Persiwi sempat mengutarakan kepada beberapa pihak bahwa dia batal mensupport Persiwi. Sayang beberapa kali telepon koran ini ke nomor Manajer Persiwi Suliantoro  sama sekali tak direspon. 

Dia sempat mengunggah sebuah status logo PSIR Rembang, sayang ketika dichat via Whatsapp hanya simbol jempol yang dia berikan ke koran ini. Itu tanpa ada penjelasan lebih rinci lagi setelah chat tersebut.

”Saya baru menelepon dia (Suliantoro). Katanya batal daftarkan Persiwi. Alasannya karena masalah DP uang kompetisi yang dipinta pengurus yang ada di Wonogiri. Tapi belum tahu nanti pas benar-benar ditutup pendaftarannya, dia berubah pikiran apa tidak,” ucap salah satu narasumber koran ini, yang menelepon Suliantoro pada pukul 20.00 WIB (10/5), sedangkan pendaftaran Liga 3 2019 zona Jateng ke Asprov PSSI Jateng ditutup pada pukul 24.00 WIB di hari itu juga.  

Media Officer PSIR Rembang Alham Rizki menjelaskan belum mendengar terkait kabar tersebut. Dia mengakui setelah pembubaran tim PSIR untuk musim Liga 2 2018, belum ada pergerakan dari manajemen lama PSIR yang didengarnya.

”Saya malah baru dengar soal kabar tersebut (Suliantoro hendak mensupport PSIR). Persoalan tim (musim lalu) juga belum semuanya beres. Kalau dari saya pribadi, semoga saja kalau beliau punya tujuan baik untuk PSIR tidak apa-apa. Toh PSIR memang lagi butuh sosok (yang mau membangun tim ini),” terangnya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Dia mengakui PSIR saat ini belum membentuk tim, dan belum ada kejelasan juga akan dibentuk kapan. Hal ini lantaran manajemen lama belum memberikan pernyataan resmi. 

Suliantoro sendiri awalnya datang ke Wonogiri dengan membawa klub Magenta FC yang dia lahirkan di Kudus. Sayang karena tak dapat dukungan jika mengibarkan bendera Magenta FC untuk ber-home base di Stadion Pringgodani, akhirnya dia memutuskan untuk membangun klub lokal Persiwi Wonogiri untuk bisa terjun di Liga 3.

Keputusan kontroversial dia lakukan, saat mencoret seluruh pemain dan tim kepelatihan usai Persiwi kalah telak 1-4 dari Persebi Boyolali. Bahkan saat laga uji coba kontra Persiku Kudus di Stadion Wergu Wetan (4/5), seluruh pemain dan tim kepelatihan Persiwi dihuni muka-muka baru. Termasuk tim ini dibentuk oleh Haryadi, yang sebelumnya bergabung dengan Persiba Balikpapan. Sayangnya usai kekalahan telak 0-3 di Kudus, malah membuat masa depan Persiwi kembali jadi tanda tanya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia