Senin, 16 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Jateng
Jateng in Fashion 2019

Batik Jawa Tengah Siap Bersaing

13 Mei 2019, 12: 33: 31 WIB | editor : Perdana

MEMUKAU: Penampilan peragawati mengenakan busana batik kreasi desainer terbaik Jawa Tengah saat launching Jateng in Fashion 2019 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Sabtu sore (11/5).

MEMUKAU: Penampilan peragawati mengenakan busana batik kreasi desainer terbaik Jawa Tengah saat launching Jateng in Fashion 2019 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Sabtu sore (11/5). (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

Share this      

SEMARANG – Jateng in Fashion 2019 bertajuk “Tradisi Pertiwi” diluncurkan lewat fashion show di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Sabtu sore (11/5). Busana yang dipamerkan yakni kreasi batik Jawa Tengah. Berupa busana muslim, gaun, dress, hingga busana bergaya oriental. 

Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng Peni Rahayu menjelaskan, Jateng in Fashion 2019 merupakan event perdana yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng. Berkolaborasi dengan Dekranasda Provinsi Jateng. Event fashion akan dihelat 30 Agustus hingga 1 September 2019 mendatang di PRPP Jateng. Gelaran ini bertujuan untuk menggugah para perajin dan desainer batik agar berlomba-lomba meningkatkan nilai jual produk mereka. 

Peni Rahayu yang juga Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jateng itu menyampaikan rasa prihatinnya. Karena meski kerajinan batik di provinsi ini sangat potensial, namun nilai ekspornya kalah dibanding tiga provinsi lain. Yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur. ”Kerajinan batik maupun lainnya saat ini Jawa Tengah masih menduduki peringkat keempat. Kami ingin kerajinan Jawa Tengah, khususnya batik, bisa ikut bersaing di kancah Indonesia,” kata dia.

Untuk itu, Pemprov Jateng mendorong pelaku UMKM dan desainer batik tidak hanya menjual produk dalam wujud selembar kain. Namun benar-benar dirancang dengan cita rasa fashion yang apik. ”Tahun ini, Jawa Tengah membuat gebrakan agar batik Jawa Tengah dapat didesain oleh desainer-desainer terkenal,” lanjutnya.

Tak hanya batik Surakarta dan Pekalongan yang populer di kalangan konsumen. Batik khas dari beberapa daerah lain di Jateng pun tumbuh pesat. Siap mencuri perhatian konsumen. ”Kita mengenal Batik Rembang yang sudah mewarnai Jawa Tengah. Ada Batik Banyumasan yang mulai tumbuh. Ada pula Batik Kebumen dan Blora. Setiap kabupaten saat ini sudah mempunyai ciri khas batik masing-masing,” bebernya.

Pemprov Jateng memberikan dukungan nyata kepada para perajin batik dengan adanya ketentuan pakaian kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng. Setiap Selasa, ASN diminta mengenakan pakaian lurik atau tenun. Sedangkan Rabu hingga Jumat mengenakan pakaian batik khas Jateng. Terutama pada masa kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang begitu mendukung majunya produk-produk lokal untuk bersaing secara global. 

Seperti diketahui, Gubernur Ganjar Pranowo dan istri Siti Atikoh Ganjar Pranowo memberikan perhatian lebih pada produk lokal di Jawa Tengah. Dalam berbagai kesempatan, keduanya selalu mengenakan batik khas Jawa Tengah. Kemudian dikenalkan pada tamu atau saat ada acara. 

Wakil Ketua Dekranasda Jateng Rini Sri Puryono berpendapat, Jateng dikenal sebagai salah satu provinsi penghasil batik dengan cita rasa seni tinggi. Selain karena akar budaya kuat, Jateng juga memiliki perajin batik yang sangat produktif.

”Event Jateng In Fashion ini dengan harapan menjadi agenda tahunan. Pada saatnya nanti menjadi event fashion yang setara dengan fashion-fashion nasional yang terlebih dahulu dilakukan oleh beberapa daerah. Seperti Jakarta, Jogjakarta, Makassar, dan lainnya,” ujarnya.

Desainer kondang Kota Semarang Ina Priyono mengapresiasi gelaran ini. Sebab di Jateng ada lebih dari seratus desainer. Namun yang aktif mengikuti peragaan busana baru sekitar 60-an saja. ”Kami berterima kasih kepada Pemprov Jateng karena dunia fashion kita di Jawa Tengah bisa terangkat dan menjadi tujuan wisata,” paparnya.

Turut memeriahkan sejumlah desainer asal Kota Semarang (Ina Priyono, Rossalia Regina, Dimas Santoeso, Ferry Setiawan, dan Heri Subagyo). Lalu dari Surakarta (Uzy Fauziah), (Astrid Ediati), Cilacap (Indria Aryanto), Jogjakarta (Essy Masita dan Tari Made), dan Jakarta (Athan Siahaan). Sebagai informasi, Jateng in Fashion 2019 mencakup beberapa kegiatan. Seperti pameran, carnival, talkshow dan workshop, serta runway fashion show. (lhr/fer)

(rs/fer/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia