Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Gerakan PSN Digalakan Sampai ke Tingkat RT

13 Mei 2019, 17: 04: 27 WIB | editor : Perdana

ANTISIPASI: Jajaran Forkopimca memantau pelaksanaan PSN di wilayah Jaten. 

ANTISIPASI: Jajaran Forkopimca memantau pelaksanaan PSN di wilayah Jaten.  (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Data korban deman berdarah dengue (DBD) di Karanganyar, dalam tiga bulan awal di 2019 ini mencapai 333 kasus. Jumlah ini melonjak drastis, dari data yang didapatkan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) di tahun2018. Di mana pada 2018 tercatat hanya ada 78 kasus DBD di Bumi Intanpari. Situasi ini tentu jadi keprihatinan banyak pihak.

Guna mencegah menyebarnya virus DBD yang lebih meluas karena disebabkan penyebaran gigitan nyamuk aedes aegypti, warga sukarela membersihkan lingkungannya. Seperti yang dilakukan oleh warga di Kecamatan Jaten Minggu (12/5) sore. Mereka mengantisipasi adanya korban DBD di wilayahnya dengan melakukan aksi bersih-bersih

Ini dilakukan mulai dari tingkat kecamatan sampai dengan RT. Program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dilakukan warga jateng di lingkungannya masing-masing.

Warga sekitar melakukan berbagai antivitas. Seperti menguras bak air, mengubur barang-barang bekas dan membakar semua alang-alang yang bisa jadi rumah jentik-jentik nyamuk. Barang-barang yang sudah tidak digunakan juga dibuang.

Tak hanya itu saja, beberapa warga juga terlihat melakukan pemberantasan dengan menyemprotkan asap ke sejumlah lokasi yang diduga dijadikan sebagai sarang tempat berkembang biaknya nyamuk.

Salah satu ketua RT di Dusun Sawahan, Jaten Suhendro mengungkapkan warganya melakukan kegiatan ini setelah menerima surat perintah Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK). Warga masyarakat akhirnya langsung bergerak untuk membersihkan lingkungannya masing-masing.

“Alhamdulillah kalau di lingkungan kami memang belum ada yang terjangkit. Tapi informasinya beberapa wilayah desa sudah kena, makanya kami antisipasi,” terangnya.

Disisi lain, Camat Jaten Aji Pratama Heru mengungkapkan gerakan PSN dilakukan oleh warga Jaten di sore hari. Hal ini dilakukan untuk mengisi kegiatan jelang berbuka puasa.

”Tak hanya dilingkungan warga saja, beberapa lingkungan sekolahan, dan pabrik yang ada di Jaten juga kita laksanakan serentak” jelas camat.

Pemerintah sendiri sudah menganggarkan anggaran Rp 200 juta untuk pemberantasan DBD, yang kemungkinan akan digunakan untuk fogging di beberapa wilayah. (rud/nik)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia