Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Pesantren Kilat Jadikan Ramadan Lebih Bermanfaat

13 Mei 2019, 17: 42: 44 WIB | editor : Perdana

FOKUS: Kaligrafi menjadi salah satu materi yang sering dilombakan dalam pesantren kilat.

FOKUS: Kaligrafi menjadi salah satu materi yang sering dilombakan dalam pesantren kilat. (SEPTINA FAYA/RADAR SOLO)

Share this      

BULAN Ramadan adalah bulan penuh kebaikan. Banyak kegiatan digelar mulai dari tarawih keliling, tadarus, hingga berbagai dengan sesama. Sejumlah sekolah juga menggelar kegiatan Ramadan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam beramal.

Seperti halnya pesantren kilat di SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kota Barat, akhir pekan lalu. Sebanyak 177 siswa dari kelas 7 dan 8 ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

”Tujuannya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa. Dan membiasakan mereka berlomba-lomba dalam kebaikan termasuk amalan berbuat baik. Mereka diajak ikut berbagai macam lomba, menghafal Alquran dan mengikuti kajian bersama," bebernya Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Arif Wicaksono.

Siswa wajib mengikuti masing-masing perlombaan dalam pesantren tersebut. Lomba yang diselenggarakan antara lain menghafal Alquran juz 29 dan 30, lomba kaligrafi, lomba cerdas cermat, lomba wudlu dan salat, lomba azan, lomba membuat puisi untuk antologi puisi ramadan.

"Untuk lomba menghafal Alquran juz 29 dan 30, para siswa diminta untuk menyambung ayat yang dibacakan dewan juri," sambungnya.

Harapannya ada perubahan dari siswa ke arah lebih baik. Sehingga menjadikan mereka memiliki akhlakul karimah. 

"Seperti lomba azan, kami inginkan anak-anak mempunyai semangat memakmurkan masjid. Lewat lomba salat dan wudlu, mereka lebih rajin salat, dan lomba pidato membuat siswa mampu menyampaikan nasihat di depan jamaah lain. Lomba kaligrafi membuat para siswa mampu untuk menuangkan ayat suci Alquran dengan tulisan indah, dan sebagainya," ungkapnya.

Salah seorang peserta lomba, Shafira Aurelia Ramadhani mengaku agak kesulitan mengikuti perlombaan tersebut. Karena ia diminta untuk menyimak ayat yang dibacakan juri kemudian melanjutkannya.

"Aku diminta untuk melanjutkan surat di juz 30. Sebenarnya aku sudah hapal sampai juz 27. Tapi tadi agak susah. Alhamdulillah aku berhasil ikut final hapalan," tandasnya. (aya/adi)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia